Pekan Lalu, Nilai Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia Capai Rp7.299 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 Desember 2019 - 07:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan lalu meningkat 0,72 persen menjadi Rp7.299,283 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp7.246,949 triliun. Itu ditopang oleh kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi di penutupan perdagangan Jumat (27/12/2019) pekan lalu ke posisi 6.329,314 poin dibanding pada penutupan perdagangan satu pekan sebelumnya di level 6.284,372 poin.

Akan tetapi, rata-rata nilai transaksi perdagangan saham di BEI tersebut secara harian terpangkas 9,06 persen menjadi Rp8,591 triliun di sepanjang pekan terakhir Desember 2019 tersebut dibandingkan pada pekan sebelumnya yang masih mencapai Rp9,504 triliun.

Perubahan nilai transaksi harian tersebut disebabkan oleh penurunan rata-rata volume transaksi sebesar 14,66 persen menjadi 13,081 miliar lembar saham pada pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 15.329 miliar lembar saham.

Selain itu, hal yang mendorong penurunan volume transaksi harian tersebut juga disebabkan oleh terpuruknya rata-rata frekuensi transaksi yang tertekan 18,23 persen menjadi hanya sebanyak 405.205 kali pada pekan lalu dibandingkan sebanyak 495.538 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Para pelaku pasar menilai, kinerja perdagangan yang terlihat melambat pada akhir tahun ini disebabkan mayoritas pelaku pasar banyak yang merealisasikan keuntungan (profit taking) dan menarik dana investasi mereka menjelang liburan akhir tahun ini yang membutuhkan dana tunai.

Sementara itu, para investor asing di sepanjang 2019 ini hingga akhir pekan lalu masih membukukan pembelian bersih (net buying) sebesar Rp49,193 triliun. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, investor asing masih mencatat net buying sebesar Rp296,77 miliar. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →