Kemenperin Kembali Meraih Penghargaan Kedelapan Kalinya dari Kemenkeu

Oleh : Ridwan | Kamis, 16 Maret 2017 - 09:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Perindustrian berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan karena secara konsisten dapat mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan selama lima tahun berturut-turut.

Penghargaan opini WTP ini merupakan kali kedelapan bagi Kemenperin sejak tahun 2008.

"Prestasi ini akan terus memacu kami khususnya dalam membangun akuntabilitas kinerja di seluruh lingkungan Kemenperin agar selalu tertib sesuai peraturan yang berlaku dan bertindak profesional sehingga melaksanakan segala suatunya tepat waktu dan memberikan output yang bermanfaat," ungkap Plt. Sekjen Kemenperin Haris Munandar di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, (15/3/2017).  

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Plt. Sekjen Kemenperin Haris Munandar mewakili Menteri Perindustrian pada acara Stakeholders Gathering Kementerian Keuangan 2017.

Haris menambahkan, apresiasi yang diterima termasuk juga karena capaian Kemenperin sebagai Pengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbaik tingkat kementerian. 

Mengenai proses penilaian Opini WTP yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebanyak 300 akuntan mengaudit kementerian atau lembaga atas Laporan Keuangan Kementerian Negara atau Lembaga (LKK/L) pada tahun anggaran 2015.

Hasilnya, jumlah kementarian atau lembaga (K/L) yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tercatat mencapai 56 K/L, sebanyak 26 K/L mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan empat K/L mendapatkan opini Tidak Mendapatkan Pendapat.  

"Penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada semua jajaran di lingkungan Kemenperin dan stakeholder agar dapat lebih mengoptimalkan pendapatan negara. Selain itu, untuk mendorong pengelolaan keuangan negara dengan lebih profesional, transparan dan akuntabel, " tutup Haris.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →