Harga Trinitan Metals and Minerals Melesat 50 Persen di Perdagangan Perdana

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 09 Oktober 2019 - 10:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga saham PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) melonjak 50% menjadi Rp450 per unit pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (09/10/2019) dibandingkan harga yang ditetapkan pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp300 per unit.

Produsen Timbal (Pb) dan Antimoni (Sb) yang menggunakan teknologi ramah lingkungan tersebut merupakan perusahaan ke-40 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun ini. Dalam PUPS tersebut, perseroan menawarkan 333.333.500 unit saham seharga Rp300 per unit.

“Dengan demikian, dalam PUPS ini, kami memperoleh tambahan modal sebesar Rp100 miliar. Sementara itu, saham PURE mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 234 kali,” ujar Richard Tandiono, Presiden Direktur PURE, dalam kata sambutannya di Gedung BEI, Rabu (09/10/2019).

Richard menuturkan, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, sekitar 76,28 persen dari dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan, yaitu pembelian mesin dan peralatan seiring dengan pengembangan kegiatan usaha serta penambahan lini produksi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Adapun sisanya sebesar 23,72 persen digunakan untuk membiayai modal kerja perseroan.

Di samping itu, demikian Richard, perseroan dalam PUPS tersebut juga menerbitkan 333.333.500 unit Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan dengan harga pelaksanaan Rp360 per unit, sehingga total hasil pelaksanaan Waran Seri I tersebut mencapai Rp120 miliar.

Dalam PUPS tersebut, manajemen PURE menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →