Menata KIP agar Bisa Bersaing

Oleh : Robert | Kamis, 09 Maret 2017 - 11:05 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Sebagai kawasan industri pertama di Indonesia, Kawasan Industri Pulogadung (KIP) pada awalnya dikelola melalui wadah proyek, dengan nama Proyek Industrial Estate Pulogadung milik Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Sejalan dengan perkembangan arus penanaman modal di Indonesia yang meningkat, khususnya di DKI Jakarta, maka lingkup kerja Proyek Industrial Estate Pulogadung semakin kompleks. Dan untuk menunjang perkembangan kebutuhan masyarakat industri, Pemerintah memandang perlu dilakukan penyesuaian diri, baik dari segi kelembagaan maupun permodalannya.

Kini, manajemen PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dibawah Nakhoda Rahmadi Nugroho, bertekad  menjadikan KIP sebagai tempat usaha yang strategis di kota Jakarta. Bangunan pabriknya siap pakai, pergudangannya sesuai kebutuhan pelaku industri dan  Residential yaitu tersedia rumah multifungsi dengan lokasi di pusat bisnis dan usaha Jakarta.

Dengan luas lahan 500 ha dan dihuni oleh 400 perusahaan, JIEP, terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh stakeholder Rahmadi Nugroho berharap, JIEP menjadi pengembang dan pengelola yang berstandar internasional di bidang kawasan terpadu Untuk industri, bisnis, properti, logistik, yang mandiri dan bernilai tambah tinggi serta berwawasan lingkungan.

“Kami senantiasa menyediakan prasarana dan sarana usaha yang bermutu tinggi dan berdaya saing internasional bagi komunitas industri dan komunitas bisnis di dalam kawasan yang dikelola oleh PT JIEP,Ujar Rahmadi, sebagaimana dikutip dari JIEPMAGZ.

Pihaknya terus merintis dan mengembangkan KIP untuk bertransformasi sebagai pusat lokasi pengembangan industri kreatif dan bernilai tambah tinggi, serta pusat lokasi penelitian dan pengembangan bagi perusahaan-perusahaan berkelas dunia.

Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun, meningkatkan kualitas, dan mengintegrasikan infrastruktur yang spesifik untuk mendukung posisi KIP sebagai crossing point guna menjadi titik distribusi utama untuk logistik dan distribusi, serta memberikan kontribusi yang optimal dalam perekonomian daerah dan nasional.

Akhir Juni 2016, JIEP menggalang sinergi dengan lima BUMN. Sinergi ini dalam rangka meningkatkan nilai kawasan industri KIP. Kelima BUMN tersebut menandatani nota kesepahaman (Memory of Understanding – MoU), pada 27 Juni 2016  di kantor PT JIEP, Jakarta.

Sinergi tersebut akan membantu upaya JIEP untuk mewujudkan target transformasi kawasan industri di Pulogadung, yang bernilai tambah tinggi, mandiri, berstandar internasional dan berwawasan lingkungan.

Zona Halal

PT Pelindo II dan PT JIEP kini tengah merintis adanya International Halal Hub, serta The International Logistics and Supply Chain Management Centre. Lokasi strategis dengan konektivitas yang tinggi di kawasan JIEP, sangat tepat untuk merealisasikan rencana ini.

Ruang lingkup MoU JIEP dengan Pelindo II melingkupi pendirian International Halal Hub di Kawasan JIEP, optimalisasi gudang untuk gudang pendinginan (cold storage), cross selling product dan  pemasaran bersama (joint marketing).

Jadi  IPC  dan  JIEP sepakat menggalang Kerjasama Pembangunan dan Pengoperasian Integrated Logistic Area di Kawasan Industri Pulogadung. Halal Hub merupakan transit area (logistik berikat) untuk produk-produk dari negara-negara non-muslim dengan tujuan ke negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia Halal Hub merupakan integrasi dari Halal Port, Halal Zone (Halal Warehouse dan Halal Moslem Fashion Hub), dan penerapan konsep Halal Logistics & Halal Supply Chain Management. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Halal Port, dan Kawasan Industri Pulo Gadung sebagai tempat Halal Zone dan Industri Kreatif.   

Halal Port akan dilengkapi infrastruktur dengan fasilitas gudang seluas 6.840 m2, lapangan penumpukan seluas 24.000 m2, serta cold storage dengan kapasitas 3.344 ton. Dalam pengoperasiannya, LPPOM MUI akan menjamin kehalalan seluruh produk baik yang masuk maupun keluar dari pelabuhan. Pembangunan Pelayanan Halal Hub Port ini untuk memberi kepastian kepada masyarakat muslim dalam pemenuhan kebutuhan logistik produk halal.

Halal Warehouse adalah bagian dari Halal Zone, yakni  sebuah gudang yang dilengkapi dengan peralatan yang hanya digunakan untuk menangani produk halal. Gudang ini diperuntukkan bagi perusahaan yang telah memiliki sertifikasi halal terhadap produknya, dan menjamin bahwa transportasi, penyimpanan dan penanganan produk telah memenuhi syariat Islam dan persyaratan target pasar muslim. Adapun  Halal Moslem Fashion Hub diproyeksikan untuk menampung pasar kreatif dunia fashion.

JIEP mempersiapkan kawasan  industri dalam Halal Zone ini tidak terbatas pada produk farmasi, kosmetik, fashion maupun makanan saja, tapi akan dikembangkan untuk produk maupun jasa layanan halal lainnya. Industri kreatif, pariwisata, serta layanan keuangan dan asuransi yang Islami, misalnya, akan kami layani juga.

Nantinya Jakarta International Halal Hub akan menjadi The Home of Halal Lifestyle in Indonesia. Halal zone yang ada di Kawasan JIEP juga akan menjadi etalase dan show case bagi industri halal.

Konsep Halal Logistic & Halal Supply Chain Management yang dijalankan dalam sinergi IPC dan JIEP ini memang dengan menyediakan sebuah kawasan industri, yang memiliki layanan  logistik dan proses pergerakan produk yang terintegrasi, terkoordinasi, dan terkontrol. Mulai dari bahan baku hingga menjadi produk jadi, serta mengirimkannya kepada konsumen.

Sebagai langkah konkret korporasi dalam menciptakan kemudahan serta kenyamanan dalam berinvestasi, kini telah hadir layanan perizinan terpadu satu pintu atau PTSP DKI Jakarta. Baru dibuka Februari 2017, PTSP terletak di jalan Rawa Terate III, Jatinegara, Cakung Jakarta Timur. Selain itu kawasan industri pulogadung juga terdaftar dalam tahap kedua oleh BKPM sebagai kawasan industri yang menerima fasilitas kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) yang rencananya akan diresmikan Februari 2017.

Fasilitas istimewa lain yang diberikan berupa akomodasi kebutuhan internet melalui penyediaan jaringan fiber optik diwilayah kawasan tersebut. Bekerja sama dengan Telkom, JIEP yakin investor dan tenant akan terbantu secara maksimal meningkatkan produktivitas kerja.

Dan salah satu infrastruktur pendukung lainnya pelebaran jalan raya di Bulevar kawasan dengan lebar 12-30 meter berbahan hotmix. Hal penting lainnya suplai listrik mencapai 136.114,60 kVA, sambungan telpon 6.000 lines, suplai air bersih  PAM 40.000 meter kubik, suplai gas 25.000 meter kubik dan sumur resapan sebanyak 1.800 points.

Robert Lihat semua artikel →