Di Sesi Pagi, IHSG Dibuka Naik ke Posisi 5.407

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 08 Maret 2017 - 09:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 5 poin, atau 0,1%, ke posisi 5.407,76 pada seu si pertama perdagangan Rabu (08/03/2017) dbandingkan posisi pada sesi penutupan Selasa (07/03/2017) di level 5.402,62.

Kenaikan IHSG di awal perdagangan sesi pertama hari ini ditopang oleh kenaikan harga 87 saham, terutama saham-saham sektor aneka industri dan sektor pertambangan. Disamping itu, sebanyak 402 saham harganya mengalami penurunan, 88 saham harganya stagnan dan 364 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi pada sesi pembukaan perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp117 miliar dengan volume transaksi sebanyak 166 juta unit saham. Adapun investor asing mengambil posisi jual bersih saham (net selling) sebesar Rp6 miliar dengan total volume transaksi sebanyak 6 juta unit saham.

Kenaikan IHSG pada sesi pembukaan perdagangan hari ini ditopang oleh kenaikan sembilan indeks sektoral. Hanya indeks sektor infrastruktur yang mengalami penurunan sebesar 6,08 poin atau 0,57% ke posisi 1.066. Kenaikan IHSG dimotori oleh peningkatan indeks sektor aneka industri sebesar 7,05 poin, atau 0,49%, ke posisi 1.441 dan indeks sektor pertambangan yang naik 6,16%, atau 0,43%, ke posisi 1.431.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan masuk ke dalam kategori top gainers adalah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang harganya naik Rp35, atau 2,1%, menjadi Rp1.730 per unit, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya meningkat Rp10, atau 1,8%, menjadi Rp570 per unit dan saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam yang harganya terangkat Rp125, atau 1,1%, menjadi Rp11.075 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang harganya anjlok dan masuk ke dalam kategori top losers adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya tergerus Rp40, atau 1,6%, menjadi Rp2.460 per unit, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya susut Rp2, atau 1,6%, menjadi Rp125 per unit dan saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya turun Rp6, atau 1,4%, menjadi Rp414 per unit.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →