Bank BCA Investasikan Dana Rp6,2 Triliun untuk TI dan Digital Banking

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 26 Februari 2019 - 09:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tangerang - Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), atau Bank BCA, akan menginvestasikan dana bernilai total Rp6,2 triliun. Sebesar Rp5,2 triliun dari dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan teknologi informasi (TI) dan sisanya khusus untuk digital banking.

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja, mengemukakan, manajemen Bank BCA akan terus memperkuat teknologi informasi (Information Technology/IT) karena sekitar 97% dari total transaksi di Bank BCA saat ini sudah terjadi pada sistim digital, bukan lagi di berbagai kantor cabang Bank BCA.

“Meski demikian, secara nilai transaksi hingga kini memang masih lebih besar di berbagai kantor cabang Bank BCA. Pasalnya, berbagai transaksi seperti kliring, cek dan giro masih harus dieksekusi di kantor cabang karena belum bisa di-scanning. Akan tetapi, transaksi harian sudah banyak di sistim digital,” papar Jahja.

Jahja menuturkan, kinerja fee-based income atau pendapatan non-bunga Bank BCA hingga kini masih didorong oleh pertumbuhan volume transaksi layanan perbankan, yang kini mayoritas terjadi di sistim digital banking.

“Setiap hari, transaksi rata-rata yang terjadi di Bank BCA mencapai 22 kali transaksi. Bahkan menjelang Lebaran, transaksi perbankan di Bank BCA itu dapat mencapai hingga 27-30 juta kali transaksi,” ungkap Jahja, di sela-sela acara peluncuran Keyboard BCA pada perhelatan BCA Expoversary 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (23/02/2019).

Jahja menyebutkan, pendapatan non-bunga Bank BCA di sistim digital banking berasal dari berbagai transaksi digital, transaksi valuta asing, fee dari kredit seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta wealth management fee.

Karena itu, demikian Jahja, pendapatan non-bunga Bank BCA pada tahun ini ditargetkan tumbuh 10%. Itu seiring dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang saat ini berada di kisaran 6%.

“Ini juga untuk mengimbangi pendapatan bunga. Pertumbuhan pendapatan non-bunga tahun ini adalah akibat dari kenaikan tingkat suku bunga. Meski demikian, kami masih akan mengutamakan pendapatan bunga,” jelas Jahja.

Karena manajemen Bank BCA saat ini fokus terhadap pengembangan digital banking, maka penambahan kantor cabang pada tahun ini tidak terlalu agresif. Bank BCA pada tahun ini berencana hanya menambah 20 kantor cabang kecil dan sekitar 70-100 kantor cabang besar.

“Demikian pula dengan penggunaan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang penambahannya pada tahun ini tidak akan sebesar seperti penambahan pada tahun lalu,” imbuh Jahja. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →