Tatkala Industri Kecantikan Masuki Era Beauty 4.0

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 12 Februari 2019 - 18:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id,Jakarta -  Era digitalisasi ini membawa perubahan pada cara hidup kerja dan pola hubungan antar manusia dalam aspek kehidupan masyarakat. Didukung dengan kemajuan teknologi yang tinggi, dunia digital mengintegrasi dunia fisik dengan virtual dengan koneksi internet yang menghubungkan dengan media sosial. Jaringan sosial ini tumbuh kuat dalam komunitas, membentuk social network. 

lndustri estetika sendiri mengalami perkembangan pesat dengan perubahan yang cepat. Bila dilihat dari beberapa tahun ke belakang, mulai tuntutan konsumen akan hasil perawatan yang instan, wajah yang V-shape hingga tren anti-aging telah mewarnai industri ini. Tahun lalu, keinginan untuk memiliki tampilan wajah yang lebih baik dan cantik membuat beauty transformation menjadi tren yang populer. 

Presiden Direktur Miracle Aesthetic Clinic Group Lanny Juniarti mengatakan media sosial membawa atmosfer perubahan dalam kehidupan masyarakat, seperti mengubah perilaku, tuntutan, dan minat. Faktor tersebutlah yang melatarbelakangi terjadinya transformasi terhadap paradigma. Bahkan, hal tersebut dapat memunculkan tren baru dalam sebuah industri.

“Bila dilihat beberapa tahun belakangan ini, konsumen mulai banyak menuntut hasil perawatan yang instan, seperti ingin wajah V Shape hingga tren anti anti-aging,” kata Lanny di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Keinginan memiliki tampilan wajah yang lebih baik dan cantik membuat beauty transformation menjadi tren yang populer. Lanny mengelompokkan tren tersebut ke dalam empat golongan, yakni beauty 1.0, konsep perawatan berfokus hanya pada sudut pandang dokter, atau penilaian dengan golden ratio. “Pada perawatan itu, sudut pandang dokterlah yang menentukan perawatan yang terbaik,” katanya.

Adapun beauty 2.0, Lanny melanjutkan masyarakat mulai menginginkan tampilan wajah sesuai dengan versinya sendiri. Bisa dibilang masyarakat mulai mengutarakan apa yang menjadi keinginannya kepada dokter, sehingga terjadi interaksi. Selanjutnya, beauty era 3.0, pada era tersebut tuntutan masyarakat semakin berkembang. Mereka tidak hanya sekadar ingin menyempurnakan tampilan tetapi juga ingin meningkatkan rasa percaya diri.

Selanjutnya, saat ini industri kecantikan telah memasuki era beauty 4.0. Pada era ini media sosial begitu mempengaruhi. Kriteria cantik pada individu menjadi lebih tinggi, tidak hanya sekadar cantik menurut pribadi namun pengakuan dari lingkungan.

“Memang sangat kompleks, tidak cukup hanya mempertimbangkan dari segi kecantikan fisik, karena orang butuh aktualisasi diri,butuh pengakuan, apresiasi atau penghargaan,” katanya.