Tahun 2019 Baru Sebulan, BEI Catat Emisi Obligasi dan Sukuk Rp2,78 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 28 Januari 2019 - 00:48 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hingga akhir pekan terakhir Januari 2019, total enam emisi obligasi dan sukuk (obligasi syariah) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari lima perusahaan publik telah mencapai Rp2,78 triliun.

Obligasi dan sukuk yang diterbitkan pada pekan terakhir Januari 2019 dilakukan oleh PT Adira Multi Finance Tbk (ADMF). Perusahaan pembiayaan tersebut mencatatkan Obligasi Berkelanjutan Adira Finance Tahap IV/2019 dengan tingkat bunga tetap dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Adira Finance Tahap III/2019 pada Kamis (24/01/2019).

Total nilai penerbitan obligasi berkelanjutan Adira Finance Adira Finance Tahap IV/2019 mencapai Rp618 miliar. Sementara itu, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Adira Finance Tahap III/2019 bernilai Rp214 miliar.

Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 384 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp414,44 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 117 perusahaan publik.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yangn tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.413,31 triliun dan USD400 juta. Kemudian Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi bernilai total Rp9,67 triliun. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →