APKI Optimis di Tahun Politik Industri Pulp dan Kertas Masih Bisa Tumbuh 5 Persen

Oleh : Ridwan | Senin, 17 Desember 2018 - 17:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) optimis permintaan global maupun domestik masih akan terus meningkat di tahun 2019.

"Tahun depan diperkirakan masih bisa naik 5 persen," kata Ketua Umum APKI Aryan Warga di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Ditambahkan Aryan, menjelang event pemilihan umum (Pemilu) permintaan kertas akan semakin meningkat.

"Untuk pemilu kebutuhannya bisa capai 100 ribu ton dengan berbagai jenis kertasnya. Tentu ini lebih banyak dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu," terangnya.

Namun, Aryan menilai tuduhan aksi damping pulp dari Amerika Serikat, Australia, India, Pakistan, dan Korea Selatan masih me jadi tantangan besar untuk Indonesia.

"Tapi saat ini permintaan dunia masih meningkat sekitar 2%," jelas Aryan.

Yang jelas APKI menilai bisnis kertas saat ini dan kedepannya memiliki potensi untuk terus tumbuh seiring dengan penggunaan berbagai produk kertas yang belum bisa tergantikan.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, sampai saat ini, sudah ada 84 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Dan, Indonesia berada di peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia serta posisi ke-6 untuk produsen kertas terbesar di dunia

Selain itu, jika dilihat dari kinerja ekspornya, industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan selama tahun 2011-2017.

Pada 2017, kedua industri tersebut menyumbang ke devisa negara sebesar US$ 5,8 miliar. Yang berasal dari kegiatan ekspor pulp sebesar US$ 2,2 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea,India, Bangladesh dan Jepang serta ekspor kertas sebesar US$ 3,6 miliar ke negara Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →