Lewat PUPS, Urban Jakarta Propertindo Raih Tambahan Modal Rp430 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 11 Desember 2018 - 13:38 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) memperoleh modal tambahan sebesar Rp430 miliar melalui Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) yang dilaksanakan pada tahun ini.

Melalui PUPS tersebut, perusahaan pengembang properti yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD) itu pada akhirnya menjadi perusahaan yang ke-54 menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2018 ini.

“Melalui PUPS ini, perseroan menawarkan 360 juta unit saham kepada investor publik dengan harga penawaran Rp1.200 per unit. Total saham yang ditawarkan ke publik itu mencapai11,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh,” ujar Tri Rachman Batara, Direktur URBN, dan sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan, di Jakarta, Selasa (10/12/2018).

Lebih lanjut, Tri mengemukakan, sekitar 51% dari seluruh modal tambahan yang diperoleh dari PUPS tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi lahan di berbagai wilayah di Jabodetabek. Kemudian sebesar 31% akan digunakan untuk membiayai belanja barang modal (capital expenditure/capex), sedangkan sisanya18% untuk modal kerja perseroan.

“Dalam aksi korporasi ini, manajemen perseroan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek (underwriter),” imbuh Tri.

Tri juga menuturkan, bersamaan dengan PUPS ini, manajemen perseroan juga menerbitkan sebanyak 504 juta unit waran Seri I. Itu mencapai sekitar 19,68% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Waran ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada saat penjatahan saham. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →