Pembiayaan Industri Perumahan Masih Prospektif

Oleh : Herry Barus | Jumat, 30 November 2018 - 15:00 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan, pembiayaan perumahan masih prospektif pada 2019 dibandingkan pembiayaan di luar perumahan.

"Kredit perumahan sampai masih mengalami kenaikan, dan pada 2019 diharapkan juga masih serupa jika melihat perkembangan pasar," kata Maryono dalam forum grup diskusi yang diselenggarakan di Kereta Wisata Agro Muria Jakarta-Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/11/2018)

Maryono mengatakan, jika tahun ini KPR diharapkan dapat mencapai 750 ribu unit, pada 2019 ditargetkan dapat mencapai 775 ribu unit karena mempertimbangkan faktor risiko global yang masih akan terjadi.

Maryono menjelaskan dalam upaya meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan, BTN tidak saja menyalurkan kredit kepada kontraktor dan pengembang yang sudah ada, tetapi juga membuka peluang bagi kontraktor dan pengembang baru di sektor ini.

Menurut Maryono, sejauh ini sektor perumahan telah memberikan kontribusi 2,9 persen terhadap PDB, melalui kebijakan pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah tentunya akan mampu mendorong sektor ini ke arah yang positif.

Maryono juga menyebutkan dukunga BTN dalam program sejuta rumah terus mengalami kenaikan sampai dengan 2017 sudah mencapai 73 persen, sehingga untuk 2018 ditargetkan bisa 75 persen.

"Kondisi demikian didorong permintaan perumahan yang terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya usia produktif dan tingginya backlog (kesenjangan) antara permintaan dan ketersediaan rumah di pasar," jelas dia kepada awak media.

Meskipun 2019 merupakan tahun politik, belajar dari Pemilu sebelumnya ekonomi tidak terlalu berpengaruh, dampak hanya akan dirasakan empat bulan pertama, setelah itu delapan bulan berikutnya sudah kembali normal, serta biasanya permintaan terhadap KPR tidak terpengaruh, ungkap Maryono.

"Dalam delapan bulan itu kami akan melakukan banyak upaya untuk membuat rasio keuangan menjadi lebih baik lagi," ujar dia.