Pagi ini, IHSG Dibuka Naik ke Posisi 5.369

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 Februari 2017 - 10:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09:23 JATS pada Selasa (21/02/2017) bergerak naik 10 poin, atau 0,2%, ke posisi 5.369,25 dibandingkan posisi pada penutupan kemarin pada 5.359,29.

Kenaikan indeks pada sesi perdagangan pagi ini didukung oleh kenaikan sembilan indeks sektoral dari 10 indeks sektoral yang ada di BEI. Indeks pertambangan memimpin kenaikan IHSG pada pagi ini setelah menguat 0,84% menjadi 1.443. Kemudian disusul oleh indeks keuangan yang terangkat 0,29% menjadi 830.

Total nilai transaksi sebesar Rp600 miliar dengan total volume perdagangan sebanyak 2,077 miliar unit saham. Sementara itu investor asing melakukan aksi jual bersih (net selling) sebesar Rp12 miliar dengan volume saham sebanyak 35 juta unit.

Saham-saham yang harganya menguat pada pagi ini dan menjadi top gainers adalah saham PT Bumi Resources yang harganya naik Rp14, atau 3,7%, menjadi Rp394 per unit, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) yang harganya menguat Rp6, atau 1,4% menjadi Rp422 per unit dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya meningkat Rp75, atau sekitar 1,2% menjadi Rp6.200 per unit.

Adapun saham-saham yang harganya mengalami penurunan dan menjadi top losers adalah saham PT MNC Nusantara Tbk (MNCN) yang harganya susut Rp25, atau 1,6%, menjadi Rp1.535 per unit, saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang harganya tergerus sebesar Rp50, atau 1,4%, menjadi Rp3.540 per unit dan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang harganya turun Rp40, atau 1,2%, menjadi Rp3.190 per unit.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →