Naiknya Aset-aset Safe Haven Pengaruhi Obligasi

Oleh : Wiyanto | Kamis, 22 November 2018 - 13:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Mulai naiknya pergerakan imbal hasil obligasi AS seiring dengan penilaian meningkatnya permintaan akan aset-aset safe haven tampaknya perlu diwaspadai dimana dapat menahan peluang kenaikan pada pasar obligasi dalam negeri. Di sisi lain, pergerakan Rupiah yang cenderung melemah juga turut dapat menahan potensi penguatan tersebut.

Diharapkan senitmen positif masih dapat terjaga dan aksi jual yang terjadi tidak terlalu dalam. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali_.

Meski pergerakan Rupiah cenderung melemah namun, tidak menghalangi laju pasar obligasi bergerak positif. Terlihat dari pergerakan imbal hasil obligasi yang cenderung bergerak turun. Pelaku pasar masih melakukan aksi belinya meski terlihat terbatas dibandingkan sebelumnya. Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang mulai naik pun sempat menghadang penguatan pasar obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 5,37 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 3,26 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 1,65 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,50% memiliki imbal hasil 7,91% atau turun 0,03 bps dari sebelumnya di harga 91,40% memiliki imbal hasil 7,94%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 91,50% memiliki imbal hasil 8,39% atau turun 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,36% memiliki imbal hasil 8,41%.

Pada Rabu (20/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,18 bps di level 108,32 dari sebelumnya di level 108,128. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,08 bps di level 104,76 dari sebelumnya di level 104,67. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,98% dari sebelumnya di level 8,06% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,068% dari sebelumnya di level 3,07% sehingga spread di level kisaran 490,9 bps lebih rendah dari sebelumnya 498,7 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya berbalik turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,70%-9,82%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,18%-10,24%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,75%-11,85%, dan pada rating BBB di kisaran 14,30%-14,35%.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →