Menlu Retno: Prinsip Dasar Konsep Indo-Pasifik Disepakati ASEAN

Oleh : Herry Barus | Rabu, 14 November 2018 - 06:00 WIB

INDUSTRY.co.id - Singapura- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan prinsip dasar konsep Indo-Pasifik diterima oleh negara-negara anggota ASEAN.

Intinya adalah bahwa Indonesia intensif sekali bicara mengenai masalah indo pasifik. Di tingkat ASEAN, KTT, dan informal "consultation" bahwa RI sudah bicara mengenai Indo-Pasifik.

"Prinsip dasar Indo-Pasifik yang disampaikan oleh Indonesia sudah disepakati ASEAN," ujar Retno LP Marsudi di sela-sela KTT Ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura, Selasa (13/11/2018)

Ia menuturkan, yang dikonsultasikan selama ini kepada ASEAN dan enam negara mitranya mengenai masalah prinsip-prinsip dasar.

"Karena tidak mungkin kita membuat suatu konsep tetapi belum sepakat mengenai prinsip dasar, area kerja sama dan lain sebagainya. Konsep Indo-Pasifik adalah 'a living document' dalam artian kita maju sambil memperkaya konsep itu sendiri. Tapi yang paling penting itu adalah prinsip prinsip dasar ini sudah disepakati," ujar dia.

Ia mengatakan konsep Indo-Pasifik adalah penebalan kerja sama dengan menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

"Kalau kita berbicara di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, kita sudah memiliki Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA). Bagaimana kita menghubungkan kegiatan-kegiatan di IORA ini dapat dipertebal dan diperkaya kemudian dihubungkan dengan kegiatan-kegiatan di Samudera Pasifik," tutur Menteri Retno.

Dengan Indo-Pasifik, lanjut dia, kawasan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia akan menjadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.

"Karena sentral pertumbuhan ekonomi pasti lebih banyak terjadi di kawasan Samudera Pasifik daripada di kawasan Samudera Hindia. Kita ingin ada pertumbuahan pusat ekonomi di kawasan Samudera Hindia," ucapnya.

Indo-Pasifik merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling dinamis di dunia saat ini, di mana negara peserta East Asia Summit (EAS) merupakan bagian dari kawasan tersebut.

Jika digabungkan, ukuran ekonomi negara-negara peserta EAS (dalam hal GDP - Purchasing Power Parity) mencapai lebih dari 65,8 triliun dolar AS tahun ini.

Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan akan mencapai 95,6 triliun dolar AS. Ini merupakan platform ideal untuk kerja sama ekonomi. Ini adalah kekuatan unik EAS, tak tertandingi oleh "regional groupings" lain di wilayah ASEAN.(Ant)