Terinspirasi Bunga Matahari, Signify Hadirkan Philips MyCare LED

Oleh : Ridwan | Selasa, 30 Oktober 2018 - 20:10 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan mengumumkan hadirnya bohlam berteknologi Interlaced Optics, Philips MyCare LED di Indonesia.

Desainnya yang terinspirasi dari pola biji bunga matahari, sekali lagi memantapkan Signify sebagai inovator terdepan dalam pencahayaan LED hemat energi. 

Interlaced Optics yang sudah dipatenkan dan diaplikasikan pada bohlam Philips LED baru ini membantu menyebarkan dan memantulkan cahaya. Polanya mampu mengurangi silau terang berlebih yang ditimbulkan oleh pancaran cahaya tajam dari pusat bohlam hingga 35%.

Pola ini juga mendistribusikan kembali cahaya dengan pintar, meningkatkan sudut pancaran cahaya sehingga dapat menerangi area yang lebih luas secara lebih merata. Bohlam LED ini juga menghemat energi hingga 60% dibandingkan dengan lampu fluoresen padat, membuka jalan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Rami Hajjar, Country Leader untuk operasi/bisnis Signify di Indonesia mengatakan, bohlam Philips MyCare LED dengan Interlaced Optics telah menaikkan standar nyaman di mata bagi lampu LED, meningkatkan faktor-faktor EyeComfort seperti mengurangi silau, tidak berkedip, dan distribusi cahaya yang merata, menjadikannya ideal untuk membaca, menulis, dan belajar. 

"Tentunya tidak ada momen yang lebih tepat selain membawa inovasi ini pada saat dunia sedang memperingati World Sight Day 2018 di bulan ini,” kata Rami Hajjar di Jakarta, Selasa (30/10).

World Sight Day 2018 adalah peringatan tahunan mengenai kesadaran untuk memfokuskan perhatian global pada kebutaan dan pengurangan kemampuan penglihatan karena lebih dari 75%, satu dari semua kebutaan dan pengurangan kemampuan penglihatan moderat dan parah (MSVI – moderate and severe visual impairment) dapat dihindari.

Menggunakan #EyeCareEverywhere sebagai aksi global untuk tahun ini, World Sight Day menekankan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala. 

“Masih ada banyak orang yang belum menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mengantisipasi penglihatan yang kurang menjadi bertambah parah. Salah satu faktor penting yang dapat mendukung perawatan mata adalah pencahayaan berkualitas tinggi. Cahaya yang baik dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang membutuhkan visual, terutama bagi anak-anak,” kata dr Rina La Distia Nora, SpM(K), PhD, mewakili Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Secara global, orang dewasa tidak melihat perawatan mata sebagai prioritas teratas dibandingkan kebugaran dan pengurangan berat badan, namun para orangtua khawatir jika anak-anak mereka memerlukan kacamata di masa depan. Ada kesamaan dimana orang dewasa dan anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan layar, apakah itu ponsel, layar komputer atau televisi.

Kekhawatiran ini juga dikemukakan orangtua di Indonesia, 91% setuju bahwa mereka akan membatasi waktu anak-anak mereka di depan layar untuk mencegah rabun jauh. Ini juga didukung oleh laporan dari World Health Organization (WHO), yang menunjukkan bahwa bekerja dengan melihat dekat secara berlebihan dapat meningkatkan risiko miopia dan hal ini dapat ditolong dengan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

Para orangtua juga percaya bahwa ada sejumlah faktor lain yang dapat secara signifikan berdampak pada kenyamanan mata anak-anak, misalnya, kualitas pencahayaan. Sebagian besar orang tua (79%) khawatir bahwa belajar di bawah kualitas pencahayaan yang tidak memadai dan berkedip akan melelahkan mata anak-anak mereka.

Tiga perempat dari orang tua akan menggunakan lampu, seperti Philips LED, jika mereka tahu hal itu akan membawa dampak positif pada anak-anak mereka saat belajar di rumah. Orangtua di Indonesia (83%) juga menyatakan hal yang senada dan setuju bahwa mereka akan mempertimbangkan membeli bohlam berkualitas jika hal itu membantu prestasi anak mereka di sekolah.

Para ilmuwan Signify telah mengembangkan standar Philips EyeComfort yang pertama di industri pencahayaan, yang berkomitmen untuk menghasilkan LED tanpa kedipan terlihat. Selain kedipan, standar tersebut juga mengukur kriteria kenyamanan utama seperti silau, efek stroboskopik, keamanan fotobiologi, efek redup, pengaturan dan renderasi warna, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan mata.

Philips EyeComfort LED diperiksa untuk memastikan bahwa lampu ini lulus standar tinggi yang ditentukan seraya memberikan efisiensi energi dan usia pemakaian rata-rata lebih dari satu dekade. Semua Philips EyeComfort LED ditandai dengan merek dagang EyeComfort.

Konsumen di Indonesia dapat menikmati pencahayaan yang nyaman dari Philips MyCare LED dengan Interlaced Optics untuk fiting E27, yang tersedia dalam dua pilihan warna, putih (dingin siang hari) dan kuning (putih hangat), dengan daya 4W, 6W, 8W, 10W dan 12W. Ada juga paket khusus ‘Beli 3 gratis 1’, selama persediaan masih ada.

Signify menjadi nama perusahaan baru dari Philips Lighting terhitung sejak 16 Mei 2018. Nama legal dari Signify akan diterapkan di Indonesia pada awal 2019.