Pacu Pertumbuhan IKM Busana Muslim, Kemenperin Gencar Lakukan Bimtek di Ponpes

Oleh : Ridwan | Senin, 01 Oktober 2018 - 19:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id

Jakarta, Kementerian Perindustrian terus melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengembangan produm industri kecil dan menengah (IKM) busana muslim di Pondok Pesantren (Ponpes). 

"Hal ini dilakukan dalam upaya menumbuhkan IKM fesyen muslim di Indonesia," kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Ditambahkan Gati, salah satunya adalah Ponpes Bahrul Ulum Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Agustus 2018 lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Santripreneur.

“Kami membina santri di Ponpes dalam bidang pembuatan busana muslim. Hal ini dilakukan karena industri busana muslim Indonesia sedang merangkak naik seiring semakin luasnya pasar dan meningkatnya jumlah penduduk muslim di dunia," ungkapnya. 

Gati mengatakan, Ponpes berperan penting dalam upaya menumbuhkan wirausaha baru termasuk sektor IKM sehingga dapat mewujudkan kemandirian industri nasional.

"Karena kami melihat potensi besar dari kelembagaan dan sumber daya manusia di pondok pesantren" tuturnya.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum menjelaskan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin memiliki target 20.000 wirausaha baru pada akhir 2019. 

“Dalam kurun waktu tahun 2013-2015, Ditjen IKM telah membina beberapa pondok pesantren dengan pelatihan yang tematik disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi unit industri yang ada di ponpes," ujar Ratna. 

Untuk itu, Kemenperin menggelar berbagai program Bimtek guna menciptakan SDM yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan industri dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional, seperti melalui Bimtek IKM Busana Muslim di Ponpes Bahrul Ulum yang diikuti sebanyak 20 santri.

Dalam bimtek tersebut, Ditjen IKM memfasilitasi pemberian bantuan mesin dan peralatan produksi yang diserahkan kepada Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai upaya menumbuhkan startup atau sirausaha baru IKM di lingkungan Ponpes.

“Fasilitasi tersebut, antara lain meliputi mesin jahit high speed, mesin jahit portable, mesin obras, mesin jahit bordir manual dan mesin potong kain," sebutnya.

Ratna berharap melalui kegiatan itu mampu mengembangkan kualitas SDM di lingkungan Ponpes khususnya keterampilan di industri fesyen. Sehingga dapat mamacu penciptaan lapangan kerja, baik itu untuk para santri maupun orang lain.

"Nantinya diharapkan pula berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat yang mandiri dan profesional, sebagai sarana penyebaran informasi bisnis dan teknologi serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri sebagai cikal bakal wirausaha baru," tutupnya. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →