Rehat Tengah Hari, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 5.935

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 21 September 2018 - 13:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,07% atau 4 poin ke posisi 5.935 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.931.

Penguatan indeks pada rehat tengah hari ini disebabkan oleh kenaikan harga 200 saham. Selain itu, ada 157 saham mengalami penurunan harga, 131 saham stagnan dan 170 saham tidak ditransaksikan.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp4,06 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,73 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,33 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp298.400.

Adapun total  volume transaksi tercatat sebanyak 58,71 juta lot saham, hasil dari 206.699 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih sebesar Rp262,54 miliar, akan tetapi dengan volume penjualan bersih sebanyak 243.127 lot saham.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor keuangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,82% atau 8,71 poin ke posisi 1.077. Kemudian diikuti oleh indeks sektor agrikultur an indeks sektor properti yang masing-masing terangkat 0,48% dan 0,31%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah AKRA yang harganya naik 3,36% atau Rp120 menjadi Rp3.690 per unit, PTPP yang harganya terangkat 2,32% atau Rp35 menjadi Rp1.545 per unit dan BMRI yang harganya meningkat 2,25% atau Rp150 menjadi Rp6.825 per unit.

Sedangkan saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah LPKR yang harganya turun 5% atau Rp18 menjadi Rp342 per unit, ASII yang harganya susut 2,67% atau Rp200 menjadi Rp7.300 per unit dan GGRM yang harganya tergerus 2,38% atau Rp1.800 menjadi Rp73.700 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →