Menpar Usulkan Ulos Jadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda ke UNESCO

Oleh : Ridwan | Kamis, 20 September 2018 - 14:15 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan akan mendukung Ulos, kain khas masyarakat Batak, Sumatera Utara (Sumut) untuk diusulkan ke UNESCO World Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Dunia Tak Benda agar mendapat pengakuan dunia.

“Kemenpar siap memberikan dukungan untuk memperjuangkan Ulos sebagai UNESCO World Intangible Cultural Heritage ke markas besar UNESCO di Paris bersama dengan Dubes RI di Paris Hotmangaradja Pandjaitan,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta (20/9). 

Menpar menjelaskan, Kemendikbud pada 17 Oktober 2014 telah menetapkan kain Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional dan tahun 2016 yang lalu sudah mulai disusun dossier-nya tetapi hingga hari ini belum diusulkan secara resmi ke UNESCO.

“Untuk melanjutkan perlu dilakukan koordinasi bersama antara Kemendikbud dengan kabupaten dan Kemenpar siap support,” katanya. 

Menpar Arief Yahya juga meminta bantuan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk menyediakan rumah kreasi sebagai inkubasi pengrajin Ulos seperti IKKON. 

"Program yang digagas Kepala Bekraf Triawan Munaf, sekaligus menjadi bagian dalam pelestarian dan pengembangan kain Ulos menuju World Intangible Cultural Heritage," tutur Menpar. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →