Volume Penjualan Ekspor Semen Indonesia Tahun ini Ditargetkan Tiga Juta Ton

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 20 September 2018 - 02:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Surabaya – Manajemen PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menargetkan ekspor semen sebanyak 3 juta ton bernilai total Rp4,44 triliun hingga akhir tahun ini. Pada Januari-Agustus 2018, perseroan telah mengekspor 1,99 juta ton semen, atau lebih tinggi 42,7% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebanyak 1,39 juta ton.

“Itu artinya, sepanjang 8 bulan pertama tahun ini, perseroan telah merealisasikan 66,33% dari target ekspor setahun penuh,” ujar Adi Munandir, Direktur Marketing & Supply Chain SMGR, dalam acara Investor Summit di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/09/2018).

Adi mengemukakan, keberhasilan pencapaian penjualan ekspor Januari hingga Agustus 2018 diatas membuktikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan pabrik semen perseroan telah diakui secara Internasional serta berdaya saing tinggi.

Adapun negara tujuan ekspor semen dan klinker perseroan adalah Srilanka, Tahiti, Timor Leste, Tonga, Uni Emirat Arab, Yaman, Filipina, China. Di samping itu, perseroan juga mengekspor ke Australia, Austria, Maladewa, India dan Bangladesh.

“Perseroan akan terus mendorong ekspor guna memperkuat kurs rupiah terhadap Dolar AS serta untuk memacu utilisasi pabrik domestik. Pasalnya, industri semen dalam negeri sedang saat ini mengalami kelebihan pasokan 40%. Itu mengakibatkan persaingan dagang menjadi sangat ketat,” papar Adi.

Karena itu, demikian Adi, untuk meningkatkan penjualan di pasar ekspor, perseroan akan memperkuat jaringan ekspor di berbagai negara tujuan ekspor serta menjajaki berbagai negara lainnya dan ikut aktif dalam kegiatan misi dagang. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →