Aprindo Sambut Baik Perubahan Aturan Pajak Barang Impor Lewat e-Commerce

Oleh : Ridwan | Selasa, 18 September 2018 - 12:35 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menyambut baik rencana pemerintah mengubah aturan terkait impor barang kiriman lewat e-commerce. 

Menurut Tutum, dengan diterapkannya perubahan aturan ini akan menciptakan persaingan usaha yang sehat bagi para pelaku industri negeri.

“Penerapan aturan baru ini akan dapat menciptakan persaingan yang sehat tidak hanya untuk para retailer offline, namun juga retailer online yang menjual produk dalam negeri," ungkap Tutum di Jakarta (18/9).

Selain itu, lanjutnya, PMK ini ditujukan untuk menekan modus importasi barang yang tidak membayar Bea Masuk dan PDRI, menciptakan persaingan sehat antara retailer offline dan retailer online. mendorong penggunaan produk dalam negeri, dan menciptakan keadilan sesama pelaku usaha. 

Tutum menegaskan bahwa dalam menyusun perubahan aturan ini, Direktorat Jenderal Bea Cukai telah melibatkan berbagai pihak untuk menciptakan peraturan yang inklusif serta menjunjung tinggi keadilan dalam berusaha.

“Perubahan aturan ini merupakan upaya nyata Bea Cukai untuk mengakomodir masukan dari para pelaku industri dalam negeri khususnya IKM, untuk mengeliminasi kesenjangan antara produk dalam negeri yang membayar pajak dengan produk impor yang masih membanjiri pasaran Indonesia," terangnya. 

Tutum berharap dengan adanya aturan ini, fasilitas de minimis value benar-benar dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi dan dapat mendorong masyarakat untuk lebih menggunakan produk dalam negeri. 

Sekedar Informasi, Melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 112/PMK.04/2018, pemerintah melakukan penyesuaian nilai pembebasan (de minimis value) bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas barang kiriman dari sebelumnya USD 100 menjadi USD 75 per orang per hari.