Pemerintah Batasi Impor, Mobil Mewah Diatas 3.000 cc Jadi Salah Satunya

Oleh : Ridwan | Selasa, 04 September 2018 - 19:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah telah memutuskan untuk membatasi impor sejumlah komoditas. Hal ini dilakukan demi mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan yang dialami Indonesia saat ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah sudah mengevaluasi 900 komoditas yang kena pembatasan impor. Salah satunya adalah mobil mewah di atas 3.000 cc.

"Terkait barang mewah, misalnya mobil mewah di atas 3.000 cc, kita akan batasi atau kita stop dulu sementara," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Meski pemerintah bakal mengendalikan impor, Airlangga menjamin bahan baku untuk industri tidak akan dibatasi. Hal itu untuk menjamin bahwa kegiatan industri tidak terganggu.

"Ya bagi Kemenperin impor bahan baku, bahan penolong, capital goods itu kan bagian dari investasi untuk meningkatkan produktivitas. Itu tentu kita dorong supaya tetap berjalan," paparnya.

Di samping mengendalikan impor, pemerintah juga berupaya memacu ekspor dengan memberikan insentif terhadap industri padat karya. Sebagai contoh adalah otomotif, tekstil dan produk tekstil, kimia dan biokimia, makanan minuman, dan elektronik.

"Elektronik sekarang impornya kan masih tinggi, kita akan genjot ekspornya. Tapi elektronik kan butuh waktu, karena kalau kita bicara industri 4.0 kan kita bicara internet of things sehingga masih perlu banyak langkah," tutur Menperin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →