IHSG Dibuka Naik ke Posisi 5.373

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 09 Februari 2017 - 10:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (09/02/2017) pagi ini dibuka naik 12 poin, atau 0,23%, ke 5.373. Kenaikan itu didukung oleh peningkatan harga saham 21 emiten BEI. Sedangkan harga saham enam emiten lainnya ditransaksikan turun dan 17 saham tidak bergerak.

Total nilai transaksi jual-beli saham pada sesi pembukaan pagi ini tercatat sebesar Rp15,44 miliar dengan volume transaksi sebanyak 6,07 juta unit.

Kenaikan IHSG pada pagi ini juga didukung oleh kenaikan indeks sektoral perkebunan, pertambangan, manufaktur, aneka industri, infrastruktur, keuangan dan properti. Adapun indeks sektoral konsumsi, perdagangan dan industri dasar mengalami penurunan.

Karena itu, saham-saham yang termasuk sebagai top gainers pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang harganya naik Rp300 ke Rp11.525 per unit, harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp200 ke Rp9.450 per unit dan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) meningkat Rp180 ke Rp3.040 per unit.

Sementara itu, saham-saham yang termasuk sebagai top losers adalah saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) yang harganya terpangkas Rp200 ke Rp5.400 per unit, saham PT United Tractor Tbk (UNTR) susut Rp200 ke Rp22.800 per unit dan saham PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp200 ke Rp5.400 per unit.

Disamping IHSG, berbagai indeks lainnya juga turut menguat. Mereka adalah Indeks LQ45 naik 2 poin atau 0,25% menjadi 896, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,4 poin atau 0,06% ke posisi 699, indeks IDX30 menguat 1 poin atau 0,22% ke 484, dan indeks MNC36 naik 0,6 poin atau 0,2% ke 303.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →