Rayakan Idul Adha, Pemrpov DKI Sediakan 303 Hewan Kurban dan Masakan Siap Saji

Oleh : Ridwan | Minggu, 19 Agustus 2018 - 15:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kedatangan ratusan hewan kurban dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (19/8/2018). Hewan kurban tersebut diperuntukkan kepada masyarakat miskin DKI Jakarta.

Anies mengatakan, warga yang berhak menerima daging kurban mendapat jatah potongan daging segar. Selain itu, Pemprov DKI bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan dapur umum di tengah permukiman padat penduduk di 121 RW se Jakarta. Jadi warga juga mendapat makanan olahan kurban siap saji.

“Saat warga merayakan Hari Raya Idul Adha, mereka akan menerima daging mentah, mereka juga akan menerima siap saji. Itu diperoleh lewat hasil pemotongan tepatnya 303 ekor sapi. Hari ini diterima setelah datang dari Sumbawa,” kata Anies di Tanjung Priok, Minggu (19/8/2018).

Menurut Anies, awalnya ada sekitar 400-an hewan kurban. Sebanyak 303 ekor sapi untuk warga Jakarta, sisanya untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Lombok.

“Ada 100 ekor itu langsung dari Sumbawa ke Lombok, sehingga warga di Lombok bisa merasakan. Sumbawa ke Lombok lebih efisien daripada Jakarta ke Lombok. Itu diberikan atas nama Jakarta untuk Lombok,” ujar Anies.

Presiden ACT Ahyudin mengatakan, pemberian hewan korban ini kelanjutan dari program kerja sama Pemprov DKI dan ACT dengan konsep dapur umum pada Ramadan lalu. Sama dengan kegiatan buka puasa dan sahur bareng, ACT akan membuka 43 dapur umum di 121 RW se-Jakarta.

“Di Sumbawa kami punya mitra tetap, jadi harga alhamdulillah mungkin kalau di Jakarta minta sekitar Rp20 juta, kami mendapatkan cuma Rp13 juta plus ongkos sampai Jakarta,” ujar Ahyudin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →