IHSG Dibuka Turun ke Posisi 5.380

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 08 Februari 2017 - 10:57 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun 0,7 poin ke level 5.380 pada perdagangan Rabu (08/02/2017). Setelah mengalami tekanan akibat aksi jual pada sesi perdagangan Selasa (07/02/2017), pergerakan IHSG di sesi pembukaan pagi ini terlihat lamban.

Berbagai sektor usaha yang biasanya menjadi penggerakan IHSG terpantau tidak banyak bergerak. Indeks sektor konsumsi, infrastruktur dan keuangan mengalami penurunan. Sedangkan indeks sektor properti tampaknya mulai menguat.

Saham-saham yang termasuk pendorong kenaikan indeks (top gainers) pada sesi pembukaan pagi ini adalah saham-saham Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang harganya naik Rp975 atau 15,1% ke Rp7.450 per unit, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meningkat Rp450 atau 3,2% ke Rp14.600 per unit dan saham PT Smart Tbk (SMAR) menguat Rp225 atau 6,1% ke Rp3.895 per unit.

Adapun saham-saham yang membebani pergerakan indeks (top losers) di sesi pembukaan pagi ini adalah saham-saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang harganya turun Rp550 atau 0,5% ke Rp109.425 per unit, saham PT AKR Korporindo Tbk (AKRA) harganya tergerus Rp125 atau 1,6% ke Rp7.660 per unit dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) harganya susut Rp100 atau 0,2% menjadi Rp62.900 per unit.

Selain IHSG, berbagai indeks lainnya juga mengalami penurunan pada sesi pembukaan pasar pada hari ini. Mereka adalah Indeks LQ45 turun 0,52 poin atau 0,06% ke 896, Jakarta Islamic Index (JII) tertahan di level 700, indeks IDX30 anjlok 0,5 poin atau 0,1% ke 484 dan indeks MNC36 terpangkas 0,8 poin atau 0,06% ke 302.***

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →