Semester I-2018, Marketing Sales Agung Podomoro Land Terpangkas Hampir 42%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 13 Agustus 2018 - 13:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penjualan pemasaran (maketing sales) PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tercatat sebesar Rp1,4 triliun sepanjang Januari-Juni 2018. Itu lebih rendah 41,67% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp2,4 triliun.

“Penurunan marketing sales perseroan pada semester pertama tahun ini karena tidak ada penjualan lahan. Sedangkan pada semester pertama 2017, kamu melakukan penjualan lahan industri bernilai Rp1,4 triliun,” ujar Wibisono, Investor Relations APLN, Jumat (10/08/2018).

Wibisono menjelaskan, kontributor berbesar marketing sales perseroan pada enam bulan pertama 2018 adalah proyek Podomoro Park Buah Batu di Bandung, Jawa Barat. Manajemen perseroan telah memasarkan proyek tersebut sejak triwulan pertama tahun ini.

Wibisono menuturkan, Podomoro Park Buah Batu adalah kompleks rumah tapak yang dikembangkan di atas lahan seluas 100 hektar (ha). Pengembangan proyek tersebut terdiri dari tiga tahap.

“Pada pengembangan tahap pertama, perseroan akan menawarkan tiga klaster perumahan sebanyak 500 unit,” tukas Wibisono.

Sementara itu, sepanjang paruh pertaa tahun ini, perseroan telah merealisasikan dana belanja barang modal sebesar Rp2 triliun. Dana itu digunakan untuk membiayai pembangunan konstruksi proyek yang sedang berjalan.

“Untuk tahun ini, kami menargetkan marketing sales Rp4,9 triliun. Karena itu kami harus lebih agresif lagi mengejar marketing sales yang besarnya mencapai sekitar Rp3,5 triliun pada paruh kedua tahun ini,” pungkas Wibisono. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →