Sementer I-2018 BPKN Terima 241 Aduan, 85 Persen Pengaduan Pembelian Rumah

Oleh : Ridwan | Senin, 30 Juli 2018 - 16:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) telah menerima 241 pengaduan di sepanjang semester I-2018. Dimana 85% dari pengaduan tersebut terkait pembelian rumah.

Ketua BPKN, Ardinsyah Parman, mengatakan laporan tersebut berkaitan dengan maraknya pembangunan hunian, baik rumah susun maupun rumah tapak. 

"Ada konsumen setelah sekian tahun tinggal di rumah itu dan lunas, tetapi tanda kepemilikan tidak dipegang. Nah, itu sebagian besar yang diadukan," ungkap Ardinsyah dalam temu media di kantor BPKN, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua BPKN, Rolas Sitinjak, menambahkan, pengaduan terkait transaksi perumahan, dibagi menjadi tiga kategori, yakni, pra transaksi, transaksi dan pasca transaksi. Hal ini sebagai upaya penyelesaian dari laporan konsumen.

Rolas menjelaskan pada saat pra transaksi, konsumen banyak mempersoalkan ketidakjelasan status lahan rumah yang dijual pengembang dan langkah pemasaran tidak sesuai dengan aturan pengembang.

Ketika transaksi, terkait dengan hak konsumen menyangkut lemahnya perlindungan konsumen terhadap aspek perikatan jual-beli antara pengembang-konsumen, dan bank sebagai lembaga pembiayaan.

Sementara pada pasca transaksi, insiden banyak menyangkut sengketa terkait kualitas rumah hingga masa garansi.

BPKN bertugas memberikan rekomendasi ke kementerian atau lembaga terkait guna menyelesaikan persoalan tersebut. BPKN pun menunjuk rekomendasi tersebut kepada tiga kementerian dan lembaga yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Perdagangan. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →