Kemenperin: Pembatasan Impor Tahan Laju Industri Nasional

Oleh : Ridwan | Senin, 30 Juli 2018 - 09:43 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku tengah khawatir terkait pembatasan impor bahan baku dan barang modal dapat menahan laju industri untuk memproduksi barang konsumsi.

"Impor bahan baku jangan ditahan. Nanti kita bisa apa kalau bahan baku ditahan?" terang Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta (29/7/2018).

Seperti diketahui, Indonesia hingga kini belum sepenuhnya mampu memproduksi bahan baku dan barang modal modal. Maka dari itu, impor bahan baku dan barang modal untuk industri masih diperlukan.

Kendati begitu, Presiden Joko Widodo berencana memperketat impor barang modal dan bahan baku guna memperbaiki performa neraca perdagangan Indonesia yang tengah mengalami defisit.

Sepanjang semester pertama tahun ini, neraca perdagangan tercatat defisit US$1,02 miliar. Defisit tersebut sebenarnya sudah lebih rendah dibandingkan posisi Januari hingga Mei 2018 yang mencapai US$2,83 miliar.

Data BPS menunjukkan impor bahan baku/penolong pada semester pertama tahun ini naik 21,54 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi US$66,49 miliar. Sedangkan barang modal, naik 31,84 persen menjadi US$14,37 miliar.

Gati mengaku tetap mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, ia menekankan, seleksi bahan baku dan barang modal yang akan ditahan impornya harus dilakukan secara hati-hati.

"Bahan baku yang kita punya itu silakan ditahan, bahan baku yang kita tidak punya jangan ditahan, industrinya tidak maju nanti," tutur Gati. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →