Di Hari Jadi Kemenko Bidang Perekonomian ke-52, Darmin Minta Tidak Grasa-Grusu Hadapi Perang Dagang

Oleh : Ridwan | Minggu, 22 Juli 2018 - 13:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Hari ini, Minggu (22/7/2018) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memperingati hari jadinya yang ke-52 tahun. 

Menko Perekonomian Darmin Nasution berharap Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bisa semakin efektif melakukan koordinasi, di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu. 

Darmin menyebutkan, situasi ekonomi global saat ini sedang bergolak terlebih karena perang dagang antara Amerika Serikat-China dan kebijakan moneter di negara maju, seperti AS. 

"Dengan adanya perang dagang, normalisasi kebijakan moneter di negara maju semua itu ya pasti punya dampak pada kita dan harus merespons, tapi tidak perlu juga grasa grusu," ujar Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. 

Menurutnya, jika itu direspons dengan grasa-grusu oleh Pemerintah, dia khawatir hal tersebut malah mendorong runtuhnya rezim multilateral perdagangan global yang saat ini sedang berjalan.

"Sekarang ini cenderung memang, terutama setelah AS melakukan langkah yang tidak mengikuti pakem multilateral ya mulai bergolak dia," katanya. 

Selain perang dagang dan kebijakan moneter negara maju, Darmin mengatakan, kondisi neraca perdagangan Indonesia saat ini pun defisit. Untuk itu, dia berharap, dengan umur lembaga yang dipimpinnya mencapai 52 tahun ini, seluruh tugas dan fungsinya bisa membuat ekonomi Indonesia lebih baik ke depannya. 

"Ulang tahunya gampang diinget, tahun 1966. Menko pertama dibentuk setelah situasi (bergolak) 1965, berarti sudah 52 tahun. Sejak itu menko eksis. Tugas dan fungsinya lebih banyak mengkoordinasi, ketimbang pekerjaan operasional. Kerjaan kita sebenarnya kebijakan dan koordinasi kebijakan di semua bidang," paparnya. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →