Januari-Juni 2018, Laba Bersih Bank BNI Tumbuh 16 Persen

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 18 Juli 2018 - 19:26 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kenaikan laba bersih 16% menjadi Rp7,44 triliun sepanjang Januari-Juni 2018 dibandingkan dengan realisasi laba bersih di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp6,41 triliun.

“Pertumbuhan laba bersih itu didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan disertai dengan perbaikan kualitas aset,” ujar Tambok P. Setyawati, Direktur Bisnis Ritel Bank BNI di Jakarta, Rabu (18/07/2018).

Tambok mengungkapkan, pendapatan bunga bersih Bank BNI sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp17,45 triliun, atau meninkat 13,3% dibandingkan di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp15,40 triliun.

Disamping itu, demikian Tambok, peningkatan laba bersih Bank BNI juga ditopang oleh pertumbuhan realisasi pendapatan non-bunga sebesaar 9,1% menjadi Rp5,08 triliun pada paruh pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp4,65 triliun.

“Peningkatan pendapatan non-bunga Bank BNI pada enam bulan pertama 2018 tersebut ditopang oleh kenaikan nilai komisi pembiayaan perdagangan sebesar 8,7% dan pertumbuhan nilai komisi bank garansi sebesar 14,3% dibandingkan semester pertama 2017,” papar Tambok.

Di samping itu, demikian Tambok, kontributor pendapatan non-bunga BNI lainnya berasal dari komisi pengelolaan rekening yang naik 8,6% dan komisi bisnis kartu yang meningkat 7,1% dibandingkan per Juni 2017.

“Peningkatan pendapatan bunga dan pendapatan non-bunga tersebut, perbaikan kualitas aset, dan efisiensi biaya operasional yang telah dilakukan, mendorong Bank BNI mampu mencatat pertumbuhan laba bersih 16%,” pungkas Tambok. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →