Per Juni 2018, Bank BTN Bukukan Transaksi Digital Bernilai Rp65,754 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 18 Juli 2018 - 18:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Transaksi digital PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sepanjang Januari-Juni 2018 tercatat sebesar Rp65,754 miliar.

“Total nilai transaksi digital Itu mencapai 7% dari total pendapatan non-bunga Bank BTN yang mencapai Rp939,346 miliar,” ujar Meta Rukmitasari, Kepala Divisi Digital Banking Bank BTN, di Jakarta, Rabu (18/07/2018).

Meta mengungkapkan, pendapatan non-bunga Bank BTN pada enam bulan pertama 2018 tumbuh 20% menjadi sebesar Rp939,346 miliar dibandingkan pada periode yang sama 2017 sebesar Rp782,788 miliar.

“Kami akan terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia lewat digital culture di lingkungan Bank BTN,” tukas Meta.

Di samping itu, demikian Meta, Bank BTN juga akan terus meningkatkan aksesibilitas transaksi serta kemudahan integrasi dengan berbagai mitra strategis guna mengembangkan layanan digital banking.

Meta menuturkan, manajemen Bank BTN juga akan terus mengembangkan berbagai produk unggulan, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan layanan berbasis digital.

“Tahun ini, kami targetkan transaksi digital Bank BTN dapat tumbuh hampir 100% dibandingkan pada 2017 lalu. Itu artinya, transaksi digital Bank BTN pada tahun ini ditargetkan mencapai 7% dari pendapatan non-bunga konsolidasi perseroan,” pungkas Meta. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →