Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan Berpotensi Naik di Kisaran 5.527-5.888

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 09 Juli 2018 - 07:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -

Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (09/07/2018) ini masih mengalami konsolidasi dan berpotensi menguat di kisaran 5.527-5.888.

“Indeks tampaknya bergerak wajar untuk berkonsolidasi di minggu kedua Juli 2018 ini. Itu terjadi di tengah sentimen negatif akibat fluktuasi harga komoditas global dan depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS),” ujar William Surya Wijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Senin (09/07/2018).

William menyebutkan, fundamental ekonomi domestik yang kuat adalah pendukung pergerakan indeks hari ini. Itu karena cadangan devisa Indonesia yang terlihat masih kuat. Per akhir Juni 2018, cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$119,80 miliar dari US$122,90 miliar pada akhir bulan sebelumnya.

Karena itu, demikian William, para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi indeks yang berpeluang menguat tersebut untuk memantau saham-saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

“Di samping itu saham-saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Bank Jatim Tbk (BJTM) patut pula dicermati,” pungkas William. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →