Pendapatan ADHI pada 2017 Ditargetkan Rp14 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 01 Februari 2017 - 08:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pendapatan PT Adhi Karya Tbk (ADHI), kontraktor BUMN yang menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI), ditargetkan sebesar Rp14 triliun dengan proyeksi laba bersih sebesar Rp505 miliar pada 2017.

Dalam siaran pers, Kamis (31/01/2017), Ki Syahgolang Permata, Corporate Secretary ADHI, mengungkapkan, untuk mencapai target kinerja keuangan tersebut, manajemen ADHI akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp5,3 triliun pada 2017. Belanja modal tersebut terdiri dari investasi aset tetap sebesar Rp485,9 miliar dan penyertaan di berbagai proyek investasi dan ekuitas anak usaha sebesar Rp4,8 triliun.

Alokasi belanja modal sebesar itu karena manajemen ADHI optimistis terhadap rencana pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia serta peningkatan anggaran infrastruktur di tahun-tahun mendatang.

Syahgolang mengemukakan, seiring dengan rencana peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah pada 2017, manajemen ADHI menyambut peluang tersebut dengan menetapkan target perolehan kontrak baru sebesar Rp21,6 triliun pada 2017. Itu lebih tinggi sekitar 31% dibandingkan realisasi kontrak baru 2016 sebesar Rp16,5 triliun.

Dilihat dari sumber dananya, demikian Syahgolang, sekitar 38,7% dari kontrak baru 2017 tersebut diperkirakan berasal dari kontrak-kontrak yang dibiayai oleh APBN/APBD, sekitar 34,4% diprediksi berasal dari kontrak-kontrak BUMN dan sisanya sekitar 26,9% diharapkan berasal dari proyek-proyek swasta.

Sedangkan dari tipe pekerjaan, menurut Syahgolang, target perolehan kontrak baru tersebut diestimasikan berasal dari pekerjaan gedung sekitar 39,3%, Jalan dan Jembatan sekitar 12,3%, dermaga sebesar 4% dan infrastruktur lainnya sebesar 44,5%.***

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →