Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan Bakal Berlanjut di Kisaran 5.778-5.998

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 26 Juni 2018 - 08:21 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta –.Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan kemarin diprediksi bakal berlanjut pada perdagangan hari ini. Itu karena didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik

“IHSG pada perdagangan hari ini bakal bergerak di kisaran 5.778-5.998. Kenaikan IHSG berkat dukungan rilis data pertumbuhan ekonomi yang masih stabil,” ujar William Surya Wijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Selasa (26/06/2018).

Di samping itu, demikian William, momentum berakhirnya periode semester pertama 2018 bakal memunculkan sentimen positif karena kinerja berbagai emiten cenderung positif sepanjang semester pertama ini.

“Karena indeks berpeluang menguat pada hari ini, maka para pelaku pasar dapat mengakumulasi saham-saham pilihan mereka, yaitu PT HM Sampoerna Tbk (HMS, P), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL),” papar William.

William mengemukakan, saham-saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Telkomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) juga direkomendasikan BELI karena ada potensi kenaikan di ketiga saham tersebut.

“Tetapi, pelaku pasar jangan pula lupa untuk mencermati saham-saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada perdagangan hari ini,” pungkas William. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →