Pendapatan Pajak 2017 Ditargetkan Naik Rp215 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 01 Februari 2017 - 05:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Pendapatan pajak di Indonesia ditargetkan meningkat Rp215 triliun, atau 17%, menjadi Rp1.500 triliun pada 2017. Kenaikan pendapatan pajak sebesar itu dihitung tanpa mengikutsertakan pendapatan pajak dari hasil pengampunan pajak (tax amnesty).

Target pendapatan pajak pemerintah pada 2017 itu cukup tinggi dibanding pertumbuhan secara historis. Karena itu, para investor berpersepsi bahwa target tersebut kemungkinan tidak tercapai, ujar Cholis Baidowi, Chief Investment Officer PT Syailendra Capital, dalam acara diskusi Indonesian Outlook 2017 di Pacific Place, SCBD Jakarta Selatan, Selasa (31/01/2017).

Meski demikian, menurut Cholis, pendapatan pajak pada 2017 ini akan memperoleh beberapa potensi tambahan pajak, yang berasal dari pendapatan pajak penghasilan (PPh) migas, pendapatan PPh non-migas, pendapatan sumber daya alam (SDA) migas serta tax amnesty spending.

Cholis mengemukakan, pendapatan PPh migas berpotensi naik sebesar Rp15 triliun pada 2017. Itu berasal dari kenaikan harga minyak yang cukup signifikan, dimana asumsi harga minya selama ini sudah terlalu rendah. Sedangkan peningkatan pendapatan PPh non-migas akan diperoleh dari peningkatan pajak korporasi sekitar Rp55 triliun akibat pertumbuhan laba pada 2016-2017.

Pendapatan SDA migas akan diperoleh karena harga minyak dan gas sudah diasumsikan terlalu rendah. Potensi pendapatan pajak dari migas ini diperkirakan mencapai Rp45 triliun, tegas Cholis.

Sementara itu, demkian Cholis, pemerintah juga diperkirakan bakal memperoleh potensi tambahan pajak dari peningkatan pengeluaran setelah pemberlakuan tax amnesty. Pendapatan tersebut diperkirakan dapat mencapai Rp100 triliun.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →