Kemenperin Fasilitasi IKM Boyolali Ikut Workshop e-Smart

Oleh : Ridwan | Senin, 30 Januari 2017 - 06:40 WIB

INDUSTRY.co.id, Boyolali - Sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tampak serius mengikuti workshop mengenai fotografi, penulisan konten, dan promosi untuk produk.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Sektor Industri melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.  

"Pada Jumat (27/1) kemarin, kami sudah tandatangani MoU dengan Kemkominfo dan Bukalapak. Ini adalah aksi nyata dalam implementasi e-smart IKM lewat bimbingan teknis, yang kami awali di sentra IKM Boyolali karena potensial" ungkap Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih usai memberikan pengarahan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (28/1/2017).  

Workshop kali ini diikuti sebanyak 20 IKM dari berbagai sektor usaha seperti kerajinan logam, furniture, kerajinan tas dari kulit ikan pari, serta makanan dan minuman.

"Secara teknis, para pelaku IKM ini selain mendapatkan pengetahuan, juga praktik langsung yang diajari oleh lima penggerak pelapak atau tim instruktur dari Bukalapak" jelasnya.  

Para pelaku IKM sudah bisa mengunggah produk-produk jualannya di laman Bukalapak. Misalnya, CV. Sentra  Cipta yang mempromosikan meja bermotif batik.
Kemudian, Nuanza mendagangkan gentong ukiran naga, Khoirul Munir menawarkan kaligrafi dari bahan kuningan, dan Befanarya menampilkan kripik jamur tiram.  

Workshop tersebut akan berkelanjutan dan bertujuan untuk memfasilitasi para pelaku IKM atau usaha ekonomi kreatif di dalam negeri agar dapat memanfaatkan teknologi dalam pengembangan produknya sehingga menjangkau pasar yang lebih luas, dengan melibatkan marketplace yang cukup berhasil.

“Untuk tahun ini, Kemkominfo akan memasang jaringan internet di 50 sentra IKM seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.  

Dengan begitu kualitas produk IKM nasional semakin berdaya saing sehingga mampu menguasai pasar ASEAN maupun global.

Langkah ini mendorong pula penumbuhan wirausaha baru di Indonesia sekaligus menjalankan program prioritas pemerintah di tahun ini mengenai pemerataan.