2018, Centratama Telekomunikasi Indonesia Anggarkan Belanja Modal Rp2 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 06 Juni 2018 - 10:49 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT), perusahaan yang mengoperasikan menara telekomunikasi seluler, menganggarkan dana belanja barang modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2 triliun untuk tahun ini.

“Dana capex tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha perseroan pada 2018. Sebesar Rp1,2 triliun dari dana capex itu akan digunakan untuk membiayai ekspansi organik dan sisanya untuk membiayai ekspansi lainnya, termasuk akuisisi,” ujar Yan Raymond, Direktur Utama CENT, di Jakarta, Selasa (05/06/2018) petang.

Yan mengemukakan, dana capex sebesar Rp1,2 triliun itu akan digunakan untuk membiayai penambahan 700 menara telekomunikasi pada tahun ini. Pada 2017, total menara telekomunikasi perseroan mencapai 1.300 unit dengan total 2.000 penyewa.

“Pada 2017, sekitar 1.300 penyewa menara telekomunikasi perseroan terdapat di 800 titik. Tahun ini, kami juga menargetkan penambahan 200 penyewa menara telekomunikasi itu,” tukas Yan.

Pada 2017, manajemen CENT mengalokasikan dana capex sebesar Rp1 triliun, akan tetapi dana capex yang terealisasi pada tahun lalu hanya mencapai Rp600 miliar. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →