Tiga Catatan MUI Terkait Program Televisi Selama Bulan Ramadhan
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Majelis Ulama Indonesia menyoroti sejumah program televisi yang mengusung tema Bulan Puasa justru belum senafas dengan Ramadhan.
Penanggung Jawab Tim Pemantau Tayangan Televisi Ramadhan MUI 1439 H/2018 Masehi, Asrori S. Karni, di Gedung MUI Pusat Jakarta, Selasa (5/6/2018) mengatakan program seperti Pesbuker Ramadhan, Sahurnya Pesbuker, Ramadhan di Rumah Uya, dan lainnya justru isi acaranya tidak seiring dengan Bulan Puasa.
"Secara garis besar ada tiga jenis acara yang patut disoroti. Pertama program televisi belum senafas dengan Ramadhan meski ada komitmen tinggi dari televisi untuk menyajikan siaran berkualitas di Bulan Puasa," kata dia kepada awak media.
Pada poin pertama tersebut, dia mencontohkan acara Brownis Sahur di Trans TV yang menyajikan konten jauh dari nilai Ramadhan seperti adanya goyangan Geboy Mujaer, Perawan atau Janda dan Goyang Dumang. Gerakan yang disajikan cenderung erotis dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Ramadhan.
Kedua, kata dia, televisi cenderung menyajikan konten Ramadhan tapi berisi tayangan yang tidak sehat dengan diwarnai tindakan saling menghina, membongkar aib, caci maki, memublikasikan pertikaian rumah tangga, pergualan bebas dan tindakan lainnya yang tidak senafas dengan Islam.
Asrori mencontohkan acara di Trans TV yaitu Ramadhan di Rumah Uya yang berisi tentang relasi percintaan, perselingkuhan, dan persoalan rumah tangga lainnya. Hal itu diperparah dengan adegan-adegan pertengkaran, saling mencaci, menuduh, menghina, dan membongkar aib.
Ketiga, lanjut dia, sejumlah tayangan Ramadhan televisi patut dikritik karena kontennya belum senafas dengan Bulan Puasa. Akan tetapi, acara-acara itu memiliki iktikad baik untuk diperbaiki.
Dia mencontohkan acara yang dimaksud seperti Semesta Bertilawah yang tayang di MNC TV. Secara konten sudah baik tapi perlu perbaikan seperti adanya komentar pembawa acara Ari Untung terhadap peserta kontes tilawah bermana Adlani (9 tahun) dari Majalengka.
Dalam episode 18 Mei 2018, Ari mengomentari Adlani, "Adlani kayak lagi marah ke mic. Sudah dipotong burungnya?". Dalam penggalan kalimat pembawa acara dinilai MUI sebagai pertanyaan tidak relevan dan bersifat privasi.
Asrori mengatakan contoh-contoh tayangan Ramadhan yang ada itu baru sedikit dari yang telah diamati oleh MUI. Secara garis besar konten yang tidak senafas dengan Ramadhan adalah tiga poin di atas.
Kendati begitu, dia memberi apresiasi kepada sejumlah televisi yang telah menyajikan tayangan Ramadhan yang baik pada Bulan Puasa.