Lewat PUPS, Transcoal Pacific Bidik Dana Rp165-225 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 05 Juni 2018 - 09:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Transcoal Pacific, perusahaan pelayaran dan kontraktor pertambangan batu bara, berharap dapat meraih dana antara Rp165-225 miliar melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

“Kami melalui PUPS tersebut berencana menawarkan 1,5 miliar saham kepada publik dengan kisaran harga Rp110-150 per unit,” ujar Dirc Richard Talumewo, Direktur Utama Transcoal Pacific beberapa waktu lalu.

Richard mengemukakan, total saham yang ditawarkan kepada publik tersebut mencapai 27,27% dari modal perseroan yang ditempatkan dan disetor penuh. Seluruh dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan.

Richard menjelaskan, bisnis jasa transportasi dan logistik laut, termasuk angkutan batu bara masih berpotensi sangat besar berkat melimpahnya cadangan batu bara dan berbagai hasil tambang lainnya di Indonesia.

“Bisnis kami ditopang permintaan jasa angkutan laut yang semakin beragam, selain dari batubara. Karena itu, kami akan menggunakan dana PUPS ini untuk memperkuat armada angkutan laut dengan membeli dua unit kapal bekas pakai,” pungkas Richard.

Dalam PUPS yang menggunakan laporan keuangan per Desember 2017 sebagai dasar valuasi ini, manajemen perseroan telah menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Pada 2017, pendapatan perseroan meningkat 15% menjadi Rp650,38 miliar dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2016 sebesar Rp565,13 miliar. Asetnya per Desember 2017 tercatat Rp844,99 miliar, lebih tinggi 15% dibandingkan per Desember 2017 sebesar Rp732,17 miliar. (Abraham Sihombing)

Attachments area

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →