Hari ini, Ketahanan Tren Kenaikan IHSG Bakal Diuji pada Kisaran 5.723-5.775

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 23 Mei 2018 - 09:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terjadi pada perdagangan kemarin diperkirakan akan diuji ketahanannya di kisaran 5.723-5.775 pada perdagangan hari ini.

“Pasalnya, penguatan IHSG yang terjadi kemarin masih dalam tren penurunan sehingga indeks akan berupaya mempertahankan titik supportnya hari ini pada kisaran 5.723-5.736,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Rabu (23/05/2018).

Reza mengemukakan, IHSG kemarin ditutup menguat 0,3% ke posisi 5.751. Itu artinya, IHSG telah mulai mendekati kisaran target resistensi 5.758-5.775. Karena terjadi di saat masih ada tren penurunan, maka kenaikan tersebut harus kembali diuji ketahanannya.

Pasalnya, demikian Reza, IHSG masih mungkin mengalami penurunan pada hari ini jika tidak ada sentimen yang mampu menopang kenaikan indeks yang telah terjadi sejak kemarin. Karena itu, pelaku pasar diminta untuk mewaspadai sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah.

Reza mengugkapkan, adanya potensi IHSG mengalami penurunan pada hari ini dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka yang harganya telah terdiskon selama beberapa waktu terakhir ini.

Sementara itu, Reza merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP). (Abraham Sihombing)

Attachments area

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →