Kresna Graha Investama Berharap Dapat Bukukan Pendapatan Rp5 Triliun pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 17 Mei 2018 - 20:07 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) ditargetkan meraih pendapatan sebesar Rp5 triliun pada 2018. Target tersebut melesat 218,47% dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan pada 2017 sebesar Rp1,57 triliun.

“Target pendapatan perseroan tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2017 lalu. Itu karena, pendapatan perseroan tahun ini akan didukung oleh strategi usaha yang melakukan ekspansi ke bisnis digital,” ujar Michael Steven, Direktur Utama KREN, pada acara paparan publik di Jakarta, Kamis (17/05/2018).

Michael Steven menjelaskan, lonjakan pendapatan KREN pada tahun ini bukanlah suatu hal yang mustahil. Pasalnya, perseroan per Maret 2018 telah membukukan pendapatan sebesar Rp950,4 miliar, atau melesat 764,2% dibandingkan per Maret 2017.

“Sekitar 84,3% dari pendapatan perseroan pada triwulan pertama tahun ini dikontribusikan oleh pendapatan digital dan teknologi sebesar Rp801,5 miliar. Karena itu, sekitar 90% dari target pendapatan Rp5 triliun pada tahun ini juga diperkirakan bakal beraasal dari pendapatan digital,” papar Michael.

Sementara itu, demikian Michael, laba bersih KREN pada tahun ini diperkirakan tumbuh dua digit. Per Maret 2018, laba bersih KREN tercatat sebesar Rp119,6 miliar, atau meningkat 71,4% dibandingkan di periode yang sama pada 2017. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →