PP Properti Jual Tiga Tower Apartemen Senilai Rp2,1 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 15 Mei 2018 - 20:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT PP Properti Tbk (PPRO), pengembang properti terkemuka di Indonesia, saat ini memiliki tiga tower apartemen di Surabaya, Jawa Timur, yaitu Grand Shamaya Tower 2, Grand Dharmahusada Tower 2 dan Grand Sungkono Tower 4.

“Sebelum ketiga tower tersebut diluncurkan, seluruh unit apartemen yang terdapat di ketiga tower apartemen tersebut telah habis terjual senilai Rp2,1 triliun,” ujar Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, di Jakarta, baru-baru ini.

Taufik mengemukakan, hal itu menjadi bukti kepercayaan pasar terhadap berbagai produk PPRO yang berkualitas tinggi, letak lokasi yang strategis dan time delivery yang terpercaya.

Perjanjian jual-beli antara pembeli dengan PPRO telah dilakukan pada akhir Maret 2018 lalu. Adapun financial closing ditandatangani pada 13 Mei 2018.

“Proses penjualan bulk selling dengan mitra strategis seperti ini adalah salah satu cara menggenjot penjualan. Saat ini juga ada beberapa transaksi bulk selling yang sedang dalam proses,” papar Taufik.

Taufik menjelaskan, transaksi bulk selling ini mendorong optimistis manajemen perseroan untuk mencapai target penjualan tahun ini sebesar Rp3,8 triliun dengan laba bersih Rp528 miliar.

“Dengan adanya bulk selling tersebut, disamping merupakan akselerasi penjualan juga memperkuat arus kas yang sekaligus meningkatkan kualitas neraca perseroan,” pungkas Taufik. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →