Lewat BLOCK71 Jakarta, Salim Group Dukung Ekosistem StartUp Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 12 Mei 2018 - 09:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – BLOCK71 Jakarta dipilih pemerintah Jepang, melalui Japan External Trade Organization (JETRO), untuk menyelenggarakan Indonesia-Japan Innovation Meetup. Pertemuan ini ditargetkan dapat memfasilitasi berbagai korporasi dan investor Jepang untuk menjalin kerja sama dengan startup lokal Indonesia.

BLOCK71 Jakarta dipilih pemerintah Jepang untuk menjadi mitra pilihan karena adanya dukungan kuat Salim Group terhadap ekosistem startup lokal Indonesia.

“Tujuan keberadaan kami di BLOCK71 Jakarta adalah mendorong inovasi dan kolaborasi di dalam ekosistem startup dan merupakan kehormatan kami untuk menjadi tuan rumah bagi tamu Jepang kami pada acara ini. Dengan dukungan Salim Group dan JETRO, kami berharap acara ini dapat menyediakan platform yang memungkinkan startup Indonesia ekspansi ke luar ASEAN,” ujar Adrian Lim, Direktur Utama BLOCK71 Jakarta, di Jakarta, baru-baru ini.

Seperti diketahui, kini Jepang adalah investor asing terbesar kedua di Indonesia, dengan investasi US$14,9 miliar pada 2017. Sistem MRT Jakarta, pembangunan pelabuhan Patimban di Jawa Barat, kereta api semi cepat yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya di Jawa Timur dan pengembangan blok Masela kawasan kilang minyak dan gas di Laut Arafura.

“Dalam beberapa tahun terakhir, untuk mempromosikan kolaborasi bisnis antara ASEAN dan Jepang di bidang industri baru, JETRO mengadakan acara pertemuan di Bangkok, Manila, Kuala Lumpur, Hanoi dan di Jakarta. Selain itu, JETRO mendukung pilot project di mana JETRO melakukan seleksi terhadap para pendaftar dan mendukung mereka secara keuangan untuk melakukan uji coba bisnis yang inovatif dengan cara mendorong kolaborasi antara perusahaan ASEAN dan perusahaan Jepang,” papar Daiki Kasugahara, Direktur Utama JETRO Jakarta.

Jepang telah memilih dua startup yang memberikan presentasi di acara Indonesia-Japan Innovation Meetup tersebut. Kedua startup tersebut adalah Openlogi dan Global Mobility Service (GMS), yang menggunakan teknologi baru di bidang fintech dan logistik untuk produknya.

“Tujuan penting kami adalah membuka jalan untuk mempromosikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan melalui kemitraan bisnis dan kolaborasi antara Indonesia dan Jepang. Kemitraan yang saling melengkapi dari dua negara akan berkontribusi dalam menyediakan solusi baru untuk tantangan sosial di Indonesia, ” tukas Kasugahara.

Selama acara ini, ada lebih dari 50 eksekutif dari korporasi dan investor Jepang seperti Sumitomo Corporations, Itochu, Mitsui Indonesia, Mitsubishi dan lainnya yang menghadiri acara dan bertemu dengan startup di sektor logistik, pertanian, makanan, dan fintech. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →