Produk Kemasan High End Diharapkan Angkat Kinerja Indopoly pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 04 Mei 2018 - 10:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), produsen berbagai kemasan fleksibel, akan mengembangkan berbagai produk kemasan high end. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja laba dan pendapatan perseroan ke depan.

“Pasalnya, marjin usaha berbagai produk kemasan high end tersebut lebih tinggi berkali-kali lipat dibandingkan dengan produk kemasan low end,” ujar Jeffrey Halim, Wakil Presiden Direktur IPOL, di Jakarta, Kamis (03/05/2018).

Jeffrey mengemukakan, produk kemasan high end perseroan saat ini sudah banyak digunakan untuk kemasan fast moving consumer goods (FMCG) dan berbagai produk smartphone, seperti Apple di Cina, serta ada beberapa produk es krim yang telah menggunakan kemasan white film produksi perseroan.

Dengan pengembangan berbagai produk kemasan high end ini, demikian Jeffrey, manajemen perseroan berharap dapat meraih peningkatan laba bersih yang cukup signifikan pada tahun ini, disamping melaksanakan efisiensi di berbagai sektor bisnisnya.

“Kami menargetkan laba bersih tahun ini sebesar US$5 juta, atau melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan realisasi laba 2017 sebesar US$2,1 juta,” pungkas Jeffrey.

Pada 2017, laba bersih IPOL terpangkas 65% menjadi hanya tinggal US$2,11 juta dibanding realisasi laba bersih pada 2016 sebesar US$6,02 juta. Akan tetapi, manajemen tampaknya sangat percaya diri dapat meraih target laba bersih tahun ini.

Itu karena perseroan per Maret 2018 telah meraih laba bersih US$1,07 juta, meningkat dua kali lipat dibandingkan per Maret 2017. Prestasi itu menunjukkan bahwa perseroan telah meraih laba bersih sekitar 21,4% dari target laba bersih 2018. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →