Pendapatan WEHA Transportasi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 30% pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 04 Mei 2018 - 09:54 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) ditargetkan tumbuh 30% menjadi sekitar Rp179 miliar pada 2018 dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2017 sebesar Rp138 miliar.

“Agar dapat mencapai target tersebut, kami berencana meremajakan 38 unit armada bus charter dan 10 unit armada intercity shuttle bus. Untuk itu, kami membutuhkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp49 miliar,” ujar Angreta Chandra, Direktur Utama WEHA, di Jakarta, Kamis (03/05/2018).

Angreta mengemukakan, perseroan pada triwulan pertama 2018 telah meraih pendapatan sebesar Rp36 miliar, atau tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp30 miliar. Itu artinya, perseroan telah meraih sekitar 20,11% dari target pendapatan tahun ini.

Sementara itu, demikian Angreta, strategis bisnis perseroan pada 2018 diutamakan pada transaksi pemesanan secara online (online booking) serta penjualan berbagai produk tambahan yang ditawarkan melalui WEHA Mart.

Sepanjang Januari-Maret 2018, WEHA Online Booking telah dioperasikan di Jakarta, Yogyakarta, Bali dan Bandung. Tahun ini, manajemen perseroan berencana menambahkan pengoperasian WEHA Online Booking di Palembang, Semarang dan Surabaya.

Adapun WEHA Mart adalah berbagai produk tambahan yang ditawarkan kepada para pelanggan perseroan untuk menemani perjalanan wisata mereka. Produk-produk yang ditawarkan adalah makanan, minuman, perlangkapan, tiket masuk dan lainnya.

Untuk produk makanan, perseroan telah bekerjasama dengan McDonald, Dapur Solo dan Holland Bakery. Sementara untuk tiket, perseroan telah bekerjasama dengan WaterBoom. Tahun ini, perseoran akan terus memperbanyak kerjasama seperti ini untuk kategori makanan dan kegiatan wisata.

Pada 2017, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp50,4 miliar dibandingkan kerugian yang dialami pada 2016 sebesar Rp22 miliar. Kinerja itu diraih, setelah perseroan mampu membukukan laba usaha sebesar Rp11,8 miliar pada 2017 dibandingkan kerugian sebesar Rp7,8 miliar pada 2016.

Sementara itu, pendapatan perseroan pada 2017 relatif sama dengan realisasi pendapatan pada 2016, yaitu sebesar Rp138 miliar. Kinerja yang cukup cemerlang pada 2017 tersebut dapat diraih karena manajemen WEHA mampu memaksimalkan pemanfaatan aset produktif secara efektif serta efisiensi yang dialkukan dalam pengelolaan kegiatan operasional perseroan. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →