Sore ini, Penurunan Harga Saham Infrastruktur dan Pertambangan Gerus IHSG 154 Poin

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 03 Mei 2018 - 18:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 2,55% atau 154 poin ke posisi 5.858 pada Kamis (03/05/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di posisi 6.012.

Pelemahan IHSG tersebut disebabkan oleh penurunan harga 355 saham, yang didominasi oleh saham-saham infrastuktur dan pertambangan. Di samping itu, terdapat 71 saham menguat, 88 saham stagnan dan 110 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp8,81 triliiun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp6,62 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp2,19 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp730.000.

Adapun volume perdagangan tercatat sebanyak 73,01 juta lot saham, hasil dari 407.980 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp772,55 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 3,47 juta lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 3,2% atau 34,02 poin ke posisi 1.028. Kemudian diikuti oleh indeks sektor pertambangan dan indeks sektor konsumer yang masing-masing tergerus 3,04% dan 2,86%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada perdagangan hari ini adalah TRAM yang harganya susut 9,68% atau Rp30 menjadi Rp280 per unit, SCMA yang harganya turun 7,63% atau Rp190 menjadi Rp2.300 per unit dan EXCL yang harganya tergerus 7,38% atau Rp155 menjadi Rp1.945 per unit.

Adapun satu-satunya saham LQ45 yang menguat dan menjadi top gainers adalah UNTR yang harganya naik 0,75% atau Rp250 menjadi Rp33.500 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →