BTN Mencari Aplikasi Pembiayaan Perumahan untuk Percepat Sejuta Rumah, Siapa Pemenangnya?
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bank Tabungan Negara menggelar kompetesi Mortgtech Hackathon.
Sebanyak 43 tim terbaik bertanding selama 24 jam, untuk menghasilkan produk teknologi terbaik di bidang mortgage technology. Siapa pemenangnya?
Acara yang digelar secara marathon pada tanggal 24-25 Maret 2018 lalu itu merupakan wujud komitmen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bank yang diamanahi oleh pemerintah dalam pembiayaan sektor perumahan dan penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat.
Direktur Consumer Banking Bank BTN Budi Satria menjelaskan BTN Mortgtech merupakan wujud partisipasi Bank BTN dalam Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Budi mengatakan melalui ajang BTN Mortgtech Hackathon para peserta menghasilkan produk teknologi terbaik yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya dalam bidang pembiayaan perumahan dan KPR.
“Dengan ajang ini, Bank BTN juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk ikut berkontribusi bagi bangsa, serta membangun masyarakat yang cerdas sesuai dengan tagline BTN Mortgtech, yaitu Build the Smart Community,” jelas Budi dalam Pembukaan BTN Mortgtech Hackathon di Jakarta.
Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan yang juga menyampaikan pandangannya terhadap acara BTN Mortgtech, serta keterkaitannya dengan program 1000 Startup yang dimiliki oleh Kemenkominfo.
Sementara itu Purwa Riadi, IT Srategic Planning and Development Division Head Bank BTN menambahkan BTN Mortgtech merupakan ajang kompetisi mortgage technology (teknologi yang mendukung KPR) pertama di Indonesia, sekaligus sebagai bentuk nyata transformasi digital Bank BTN.
Menurutnya sebelum hackathon dimulai, telah dilaksanakan acara meetup roadshow dan ideation day di tiga kota, yaitu Jakarta (27/2), Malang (6/3) dan Yogyakarta (8/3).
Ajang ideation day dan meetup roadshow diselenggarakan untuk membuka wawasan masyarakat, terutama para calon peserta hackathon mengenai kondisi bisnis properti di Indonesia, serta tantangan yang dihadapi selama ini.
Ajang ini diharapkan dapat menggugah inspirasi bagi para peserta untuk memberikan solusi atas tantangan-tantangan tersebut lewat produk teknologi yang nantinya mereka kembangkan, jelas Purwa menambahkan.
Dalam ajang mortgtech hackathon ini peserta mengirimkan ide secara online lewat situs btnhackathon.id dan telah terkumpul sebanyak 225 ide.
Dari 225 ide tersebut, telah terpilih 43 ide yang kemudian dilombakan pada acara hackathon hari ini.
Dari 43 tim yang berlaga dalam membuat aplikasi keuangan dan perumahan tersebut, terpilih enam tim terbaik.
Pertama, aplikasi bertajuk Celengan Property dari Tim Celengan Property yang menyajikan aplikasi yang dapat membantu calon investor untuk memiliki properti secara rombongan sekaligus memberikan prediksi mengenai kenaikan harga properti.
Kemudian, yang kedua adalah Tim Tobat dengan aplikasi berjudul Bijitanah yang bisa menyaring properti dengan nilai investasi yang menarik dan bernilai tinggi dan mengintegrasikan dengan aplikasi KPR.
Sedangkan Ketiga, Tim Misya dengan aplikasi bertajuk Misya untuk kustomisasi rumah/renovasi dan bisa terhubung dengan KPR.
Sementara keempat adalah Tim Samiaji Adisasmito dengan aplikasi Jojo KPR yang bisa memberikan analisa kelayakan mortgage menggunakan social media disertai dengan kemudahan cicilan bulanan menggunakan virtual account.
Dan kelima adalah Tim Radya PlayGround yang menggagas aplikasi Tania CRM, yang bisa memudahkan Bank BTN mengedukasi calon nasabah/ nasabah KPR lewat platform chat sehingga lebih mudah memberikan penawaran produk, dan simulasi KPR.
Keenam adalah Tim Wakanda yang mengembangkan aplikasi bertajuk Hommy yang menyatukan calon pembeli, penyedia property, perbankan salam satu ekosistem terpadu dan menyortir seluruh data komponen mitra.
Budi Satria mengatakan, 43 tim yang berlaga di putaran final sebenarnya merupakan tim yang telah terpilih dari sebanyak 225 ide aplikasi yang masuk. Jumlah ini menunjukan antusiasme yang tinggi dari para startup.
“Itupun pesertanya sudah dibatasi pada tiga kota dari 10 kota yang dianggap potensial untuk pengembangan fintech yakni Jakarta, Malang dan Yogyakarta,” ujar Budi saat acara penutupan BTN Mortgtech di Jakarta.
Ajang Mortgtech Hackathon merupakan bagian dari upaya BTN dalam mendukung program pemerintah dalam melahirkan dan membina startup.
Tapi paling penting BTN berharap kompetisi itu melahirkan aplikasi yang bisa menjadi terobosan baru bagi BTN dalam mengembangkan bisnis pembiayaan perumahan yang pada akhirnya mendukung percepatan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
"BTN harus tetap punya competitive advantage di bisnis pembiayaan perumahan, karena itu kami berupaya menciptakan sistem layanan yang lebih cepat, efisien dan costumer friendly dibanding bank lain di bisnis KPR dan salah satu caranya melalui teknologi digital,” ujarnya.
Budi bahkan bermimpi akan ada aplikasi baru yang bisa terhubung dengan big data termasuk data kependudukan, sehingga memudahkan BTN dalam menyaring calon debitur.
Sebaliknya bagi masyarakat aplikasi tersebut bisa menjadi media informasi atas produk-produk finansial dan perumahan yang ditawarkan BTN.
“Saya melihat anak-anak muda peserta BTN Mortgtech ini punya pemikiran yang “liar” yang bisa melahirkan ide-ide di luar pemikiran pelaku perbankan dalam mengembangkan bisnis KPR,” ujarnya.
Untuk para pemenang, BTN menyiapkan total hadiah Rp 100 juta.
Khusus Pemenang pertama juga mendapat hadiah berupa kesempatan berkunjung langsung ke Silicon Valley dan mendapatkan Accelerator Program dari Plug and Play Indonesia.
Tak cukup itu, Budi mengatakan BTN membuka peluang kerjasama terhadap aplikasi yang terpilih untuk bisa dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung bisnis BTN.
Selain itu pihaknya siap memberikan pembinaan bagi aplikasi yang terpilih selama tiga bulan.
Terkait bisnis digital banking, Bank BTN dikatakan Budi berkomitmen untuk terus memacu lini bisnis tersebut, hal ini sejalan dengan makin tumbuhnya pasar generasi muda yang fasih teknologi.
Apalagi terdapat fakta positif dimana kinerja bisnis digital banking BTN yang menunjukan pertumbuhan.
Per Februari 2018, pertumbuhan fee based income (FBI) Bank BTN dari layanan digital banking mencapai 54% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Bank BTN akan terus memacu pertumbuhan lini bisnsi tersebut melalui pengembangan fitur-fitur baru yang akan membuat Bank BTN kian dekat dengan generasi muda,” tutupnya.