INDEF Nilai Pemerintah Tidak Mampu Menstabilisasi Market Domestik

Oleh : Ridwan | Rabu, 18 April 2018 - 16:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa impor pangan tidak menberikan dampak positif didalam sektor komoditi maupun industri pengolahan komoditi.

Importasi pangan nyata-nyata meningkatkan harga-harga. Beras sebagai makanan pokok ketika impor bukannya harga turun, tapi meningkatkan harga di domestik, kata Peneliti Indef Rizal Taufikurahman dalam Press Release Rente Ekonomi Impor Pangan di kantor INDEF, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Rizal juga menyinggung dari sektor tenaga kerja yang penyerapannya sangat kecil di sektor pertanian tidak terlalu signifikan.

Penerapan tenaga kerja, kalau komoditi outputnya naik tentu akan ada pelaku-pelaku yang mengikutinya, sehingga penyerapan tenaga kerja di sektor itu cendrung naik. Akan tetapi secara agregat sangat kecil, tuturnya.

Lebih lanjut, Rizal menilai kebijakan impor seharusnya untuk menstabilkan harga karena kekosongan supply di domestik. Namun kenyataannya, impor pangan menyebabkan inflasi terus naik.

Pemerintah sebagai regulator tidak mampu untuk menstabilisasi market di domestik. Kalau tidak mampu istilahnya market failur, pelaku ekonomi yang ada disisi produksi maupun konsumsi sulit terkontrol, tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →