Kendati Alami Jenuh Jual, IHSG Hari ini Diprediksi Masih Lanjutkan Penurunan

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 18 April 2018 - 07:56 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungn (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih rentan mengalami penurunan lanjutan pada perdagangan Rabu (18/04/18) ini pasca penurunan tipis 0,02% ke posisi 6.285 kemarin.

“IHSG hari ini diprediksi bergerak pada kisaran 6.262-6.309. Kemarin, IHSG turun tipiis karena mampu bertahan di atas kisaran support 6.258-6.272,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas di Jakarta, Rabu (18/04/2018).

Reza mengemukakan, IHSG secara teknikal sudah memasuki fase jenuh jual (overbought) dan seharusnya sudah kembali naik. Akan tetapi, IHSG masih terlihat rentan untuk menguat karena tingginya sensitifitas pasar dalam menanggapi sentimen yang bervariasi saat ini.

“Kendati IHSG sudah di posisi jenuh jual dan berpotensi rebound, tetapi kenaikannya masih tertahan aksi jual besar-besaran. Karena itu, para pelaku pasar diminta agar tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang berpotensi menekan IHSG kembali,” papar Reza.

Reza mengungkapkan, adanya peluang pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT Petrosea Tbk (PTRO). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →