Pasca Penurunan Tipis 0,02%, IHSG Hari ini Diprediksi Lanjutkan Gerakan Mendatar

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 18 April 2018 - 07:54 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan pergerakan yang mendatar pada perdagangan Rabu (18/04/2018) setelah kemarin ditutup turun tipis 0,02% ke level 6.285.

“Penurunan tipis yang dialami IHSG kemarin sehingga pergerakannya cenderung mendatar diprediksi menunjukkan berakhirnya tren penurunan akibat koreksi yang terjadi dari level 6.400 sejak beberapa waktu lalu,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/04/2018).

Kendati demikian, menurut Yuganur, para pelaku pasar masih terus menunggu konfirmasi untuk pergerakan IHSG lebih lanjut. Pasalnya, pasca pelemahan tipis kemarin, IHSG berpotensi mengalami reli hingga ke 6.450 atau malahan anjlok ke kisaran 6.200-6.140.

“Dalam situasi tren mendatar seperti ini, jika mengambil posisi beli, maka harus siap cutloss agar kita tidak tergerus lebih dalam. Karena itu, kita lebih baik mengambil posisi beli ketika terjadi koreksi, ketimbang mengejar momentum kenaikan,” papar Yuganur.

Meski tampaknya masih seperti sebuah dilema, demikian Yuganur, namun potensi berlanjutnya pergerakan mendatar IHSG pada hari ini dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi beberapa saham tertentu.

Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

Yuganur menyarankan, ADHI dan INDY masing-masing boleh diakumulasi pada rentang harga Rp2.040-1.980 per unit dan Rp3.750-3.470 per unit. Pasalnya, ADHI diprediksi bakal mengalami profit taking di kisaran Rp2.170-2.330 per unit dan INDI pada rentang harga Rp3.860-3.960 per unit.

“Jika harga ADHI terus melorot hingga Rp1.890 per unit dan harga INDY mencapai Rp3.390, maka kedua saham tersebut disarankan agar segera dijual,” tukas Yuganur.

Yuganur juga menuturkan, INDF dan ELSA masing-masing boleh dikoleksi di kisaran harga Rp6.975-6.875 per unit dan Rp467-457 per unit. INDF berpotensi terkena profit taking di kisaran harga Rp7.325-7.425 per unit dan ELSA pada rentang harga Rp495-505 per unit.

“Jika INDF mencapai harga terendah Rp6.775 per unit dan ELSA pada harga Rp447 per unit, maka kedua saham tersebut harus segera dihindari agar anda tidak mengalami kerugian yang lebih dalam,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →