Terbang ke Tiongkok dan Amerika, Menko Luhut Akan Tawarkan 15 Proyek Infrastruktur

Oleh : Ridwan | Kamis, 12 April 2018 - 09:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok dan Amerika Serikat, Rabu (11/4/2018).

Dalam kunjungan kerja tersebut, salah satu agendanya akan menawarkan 15 proyek infrastruktur kepada investor dari kedua negara tersebut.

Luhut mengatakan 15 proyek tersebut terdiri dari kawasan industri, jalan tol, hingga kereta api. Proyek ini tersebar di beberapa lokasi, seperti Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, hingga Bali. Salah satu proyek yang ditawarkan adalah kawasan industri di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

"Kami siapkan 15 proyek," kata Luhut di kantornya.

Luhut memberi syarat kepada para investor yang akan masuk dan berminat pada 15 proyek ini harus mematuhi empat hal. 

Adapun keempat hal tersebut yakni, Pertama, investasi yang ramah lingkungan. Kedua, mempersiapkan dan menggunakan tenaga kerja lokal. Ketiga, tidak mengekspor barang mentah. Keempat, wajib melakukan alih teknologi kepada Indonesia.

"Untuk syarat mempekerjakan tenaga lokal bisa dilakukan secara bertahap. Terutama untuk pekerjaan yang belum bisa dilakukan oleh pekerja lokal. 
Alasannya, Indonesia masih sedikit bahkan belum punya tenaga teknis yang sesuai dengan kebutuhan investasi asing, khususnya di luar Jawa," terangnya.

Luhut menjelaskan untuk Tiongkok, pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut akan mencari rekanan lokal Indonesia untuk berkonsultasi dengan pemerintah. 

Sedangkan, dalam kunjungan ke AS, Luhut akan menawarkan proyek tersebut dalam ajang World Economic Forum (WEF) pada 18 April mendatang.

"Jadi mana yang lebih cepat dan harganya lebih cocok (akan dipilih)," ujar dia. 

Nantinya, lanjut Luhut, proyek-proyek yang ditawarkan nantinya akan melalui skema pendanaan alternatif. 

"Skema pendanaan alternatif di antaranya melalui skema pendanaan campuran (blended finance) ataupun kerjasama antara pemerintah dan swasta (public private partnership)," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →